Warga Batu Bedulang, Sehat Makan Sayur, Cemas Konflik dengan Perkebunan

0
Anak Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kab Aceh Tamiang

acehbaru.com – Kamis, 16 Maret 2017, Semidah, 32 tahun, ibu dua anak warga Kampung (desa)  Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabuopaten Aceh Tamiang itu sibuk mencabut rumput di dalam kebun kecil didepan rumahnya. Kebun seluas 2,5 kali 3 meter itu ditanam beraneka ragam tanaman. Sayur hingga tanaman obat. “Ini dapur hidup kami, kangkung ini untuk nyayur siang,”Katanya saat acehbaru.com berkunjung ke Desa ujung pedalaman Kabupaten Aceh Tamiang yang berbatasan dengan kaki Gunung Leuser.

Ibu anggota kelompok "Ketangguhan dapur" Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kab Aceh Tamiang
Ibu anggota kelompok “Ketangguhan dapur” Desa Batu Bedulang, Kecamatan Bandar Pusaka, Kab Aceh Tamiang

Menanam sayur-sayuran untuk kebutuhan sehari-hari yang di lakukan Semidah adalah tradisi baru bagi ibu rumah tangga di Desa yang terpaksa tinggal di areal HGU Perkebunan Sawit PTPN-I itu, Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang 2005 silam Desa mereka tersapu arus, warga terpaksa pindah ke tempat sekarang.

Ditempat yang baru mereka tak memiliki lahan yang cukup seperti ditempat asal mereka, lahan yang sempit dari alokasi rumah bantuan banjir itu harus dimamfaatkan secara baik oleh warga setempat tingkat terkecil adalah menanam sayur dan tanaman rempah untuk memasak, dengan itu biaya rumah tangga sedikit hemat daripada harus membeli sayur yang di pasok oleh penjual dari Kota. “Kan sangat menbantu, jadi uang itu bisa untuk jajan anak,”katanya.

Tradisi menanam atau membangun “Dapur Hidup” itu dimulai oleh belasan ibu-ibu dibangun setelah pendampingan yang dilakukan Yayasan Sheep Indonesia, sebelumnya disana, lembaga tersebut melakukan pendampingan pemetaan desa dan pendampingan terhadap pencegahan dan pendampingan terhadap pasien TBC, dari kelompok itu berkembang lagi dengan program Ketangguhan Dapur atau yang lebih dikenal warga dengan “Dapur Hidup”.

Sosialisai tanaman sehat oleh Penyuluh Pertanian dan Tanaman
Sosialisai tanaman sehat oleh Penyuluh Pertanian dan Tanaman

Semidah satu dari belasan ibu-ibu yang bergabung dalam satu kelompok,  sejak enam bulan terakhir sudah berkali–kali panen sayur, mereka semakin kaya dengan informasi tentang tanaman yang bermamfaat, karena mereka mendapatkan sosialisasi dari badan penyuluhan pertanian dan tanaman pangan.

Sementara untuk menyuburkan tanaman mereka  menggunakan pupuk organik yang terbuat dari kotoran lembu dan kencing kambing buatan warga desa lain yang juga menjadi salah satu dampingan Yayasan Sheep Indonesia.

“Ini subur karena kena pupuk kencing kambing,” Sebut Semidah disambut tawa dua ibu yang lain.

Pupuk organik cair dari Kencing Kambing
Pupuk organik cair dari Kencing Kambing

Suryani (23) tahun seorang ibu muda, ia memulai dengan menamam kacang panjang dan kangkung, selain terpenuhi kebutuhan sayur, ia juga sering mendapatkan sedikit tambahan uang jajan dari warga membeli sayur. Ia menanam tanaman cukup untuk bahan dapur, dari cabai kecil, cabai merah,tomat, jahe, timun, hingga sayur mayur. “Sekarang mau nyayur tinggal petik, ngak harus ke kios lagi untuk beli,”tambahnya.

Pun terlihat ceria dan senang melaksanakan aktivitas,  178 KK 700 jiwa warga Kampung (desa) Batu Bedulang masih dilanda cemas, pasca  Desa mereka di sapu banjir 2005 silam warga Desa, mereka sering bermasalah batas hutan dengan Kampung (Desa)  Meulidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur.

 

Peta Desa Batu Bedulang
Peta Desa Batu Bedulang

Selain itu tempat mereka tinggal juga belum ‘aman’. Lahan seluas 20 hektar hasil relokasi masuk dalam HGU perkebunan Sawit PTPN-I, statusnya baru persetujuan lisan, namun hingga saat ini belum ada surat  dalam bentuk tertulis.

“Kami bisa jadi sehat dengan makan sayur pak, tetapi kami masih cemas soal tempat tinggal kami, bila tak jelas, urusan dengan perkebunan bisa ribet dikemudian hari, banyak kejadiannya konflik warga dengan kebun,”Tambah Suhardi Datok Penghulu (Kepala Desa). (ima)

loading...

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY