Di Geudong Logo GAM Berkibar, Turunkan Berurusan dgn KPA

/ Aceh / Di Geudong Bendera Bintang Bulan Berkibar, Turunkan Berurusan dengan PA

Di Geudong Bendera Bintang Bulan Berkibar, Turunkan Berurusan dengan PA

Bendera-Bulan-Bintang-yang-berkibar-di-Keude-Geudong-Kecamatan-Samudera-Aceh-Utara
Redaksi on 16 Agustus 2013 - 16.14 in Aceh, Aceh Utara, Politik Aceh

Acehbaru.com | Aceh Utara – Ekses penurunan bendera mirip logo GAM oleh anggota Koramil harus berurusan dengan seratusan massa Partai Aceh mendatangi kantor Koramil Geudong Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Kamis 15 Agustus 2013, pagi kemarin, mereka meminta bendera Bulan Bintang yang diturunkan anggota Koramil dikembalikan dan sebagaian harus dibayar.

Akibatnya hingga saat ini ratusan bendera mirip logo separatis GAM masih berkibar di sepanjang jalan didepan Keude Geudong Kecamatan Samudera dan Keude Punteut Kecamatan Blang Mangat, Aceh Utara, tidak ada yang menurunkan. Jum’at 16 Agustus 2013.

Razali (53) warga Seuneudon, Aceh Utara mengatakan ratusan bendera bintang bulan masih berkibar sepanjang jalan didepan kedua Keude (warung) itu hingga tadi siang. Bendera yang berkibar itu berukuran kecil, didepan tunggu terminal juga ada bendera ukuran besar “yang lain ukuran kecil semua” Katanya.

Menurut amatan Razali, dijalan Punteuet keude Kecamatan Blang Mangat, Aceh Utara bendera GAM masih banyak berkibar. Sementara bendera merah putih juga ada disamping bendera GAM, “aparat TNI juga sedang menaikkan bendera merah putih disamping bendera GAM ditepi jalan” Kata Razali.

Sebelumnya, seratus massa dari Partai Aceh mendatangi kantor Koramil Samudera Geudong, Aceh Utara, Kamis 15 Agustus 2013, kemarin, mereka meminta bendera Bulan Bintang yang diturunkan anggota Koramil.

Kehadiran massa tersebut diperkirakan sekitar pukul 12.00 WIB, mereka menuntut salah satu anggota koramil setempat yang menurunkan paksa 16 lembar bendera itu dan mengancam tembak warga jika berani mengibarkan bendera yang menjadi kontroversi itu, Kamis 15 agustus 2013, subuh tadi.

Seperti yang dilansir beritalima, Kejadian tersebut terjadi yang kedua kalinya, warga lebih beringas dengan alasan aparat keamanan melanggar kesepakatan bersama, saat mendatangi Mapolres Aceh Utara beberapa hari lalu. Diantaranya massa itu menuntut bendera dipasang kembali pada tempatnya, yakni di Keude Geudong Pasee.

“Kami menuntut bendera dipasang kembali oleh Tono yang telah menarik paksa, merobek dan merusak bendera Aceh, kami tidak mau diganti rugi, karena kejadian ini sudah yang kedua kalinya terjadi,” kata Atom, wakil ketua Sagoe Samudera pasee kepada wartawan.

Satu jam kemudian, para petinggi Komisi Peralihan Aceh – Partai Aceh (KPA/PA) Sagoe setempat, Ketua Dewan Perwakilan Kecamatan (DPC) Partai Aceh Samudera Geudong Zulfikar Ismail., Ketua KPA/PA Sagoe Bahagia (Tuan Giok), Tgk Abdullah didampingi beberapa tokoh masyarakat lainnya melakukan koordinasi dengan Koramil, Kapten Infantri Sofiyandri didampingi Camat Geudong, Syafwan.

Akhir kepakatan, Koramil meminta maaf kepada masyarakat pasee dan KPA Sagoe, ia mengakui telah melakukan kesalahan fatal yang menurutnya, perintah langsung Pangdam IM melalui telephone. “Kita berdasarkan perintah, Pangdam langsung menelpon saya, minta bendera Bulan Bintang dicabut,” kata Koramil.

Pihaknya juga membayar ganti rugi terkait bendera itu, Rp. 600 ribu untuk tiga lembar bendera besar, dan Rp. 1 juta untuk 13 bendera kecil juga tiang yang telah dipasangkan. [IHA|ISB]

0 POST COMMENT

Tinggalkan Balasan