Habib Rizieq Akan Diperiksa Soal Palu Arit, Sylviana Murni Dana Pramuka, O..begitu ya?

0
Foto Tribunnews.com

acehbaru.com – Pasca 3 kali aksi damai dan terakhir pada tanggal 2 Desember 2016 oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI)  di Monas, Jakarta Pusat yang menuntut agar Ahok yang diduga melakukan penistaan agama di hukum berat. , imam besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab dilanda berbagai ‘serangan’.

Senin (26/12/2016 Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaporkan habib Riziq ke polisi atas dugaan penistaan agama khususnya kepada umat Kristiani pada ceramah beliau di Pondok Kelapa,Salah satu kalimat dalam video ceramah yang dipermasalahkan berbunyi “Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?”. Ucapan Rizieq tersebut diikuti gelak tawa oleh jemaat majelis.

Jumat (30/12/2016) Forum Mahasiswa Lintas Agama (Rumah Pelita) melaporkannya ke polisi karena isi ceramahnya dianggap menyinggung umat agama tertentu.

Minggu (8/1/2017).Herdiyan Saksono Zoulba dari Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) melaporkan Habib Rizieq atas ceramahnya yang menyinggung soal mata uang berlogo ‘palu-arit’. Ucapan Rizieq di muka publik itu dianggap berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Senin, 23 Januari 2017 Polda Metro Jaya akan melakukan pemanggilan terhadap Habib Rizieq untuk diperiksa terkait dengan laporan dari Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah dan Solidaritas Merah Putih soal logo palu-arit pada uang baru terbitan Bank Indonesia.

Selain  Habib, Sylviana Murni yang kini menjadi calon Wakil Gubernur DKI mendampingi Agus Harimurti SBY.

Sylvi sebelumnya pernah menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DKI Jakarta juga mulai direpotkan dengan munculnya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Rp 6,8 miliar dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta tahun anggaran 2014 dan 2015 itu.

Polisi telah menyatakan untuk mengusut dana tersebut  akan bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Suasana jelang pilkada DKI Jakarta bagi penonton atau masyarakat yang mengikuti perkembangan berita media,  mungkin akan menyebutkan – O..Begituya, kata-kata itu muncul ketika menyusun halaman media mulai sejak pertama tuntutan proses hukum terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, berita tudingan pemerintah aksi bela Islam ditunggangi aktor politik, pidato mantan Presiden SBY, hingga penangkapan sejumlah aktivis dengan dugaan hendak melakukan makar.  (ira)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY