Ganja, Benarkah Berkhasiat sebagai Obat?

0
Tanaman ganja disalah satu perbukitan di Aceh, 9 Oktober 2013

acehbaru.com|  Jakarta – Kasus Fidelis Ari Sudarwoto yang menanam ganja untuk menyembuhkan sang istri sempat viral di dunia maya beberapa waktu yang lalu. Demi memulihkan kondisi istrinya dari penyakit Syringomyelia atau kista pada sumsum tulang belakang, pria asal Sanggau, Kalimantan Barat, ini nekat menanam Cannabis Sativa alias ganja di sekitar rumahnya.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan dari internet, ekstrak ganja mampu menyembuhkan penyakit istrinya. Sejak diberi ekstrak ganja, kondisi Yeni perlahan membaik. Sayangnya, karena kepemilikan 39 batang tumbuhan ganja ini, Fidelis harus mendekam di penjara.

Ganja ganja.Kisah itu menguak kembali tentang khasiat ganja. Apa benar tumbuhan ilegal tersebut dapat menjadi obat manjur untuk penyakit-penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya?

Beberapa manfaatnya adalah sebagai pereda rasa sakit, memperbaiki ingatan, mengatasi gangguan pencernaan, ataupun radang pernafasan. Catatan medis bangsa Arab pada abad ke-11 juga menyebutkan bahwa jus dari daun ganja bisa menyembuhkan abses di kepala.

Seabad kemudian, Ibn-al-Baytar membuktikan khasiat minyak dari biji ganja untuk menghilangkan tumor yang sudah mengeras. Bahkan biji ganja pernah tercatat untuk pengobatan tumor rahim. Berkat khasiatnya sebagai obat, tanaman ini menyebar pesat si Eropa, Amerika, jazirah Arab, dan Asia.

Namun, dampak negatif akibat penyalahgunaan nya juga tidak bisa dianggap sepele. Dosis pemakaian yang terlalu tinggi berpotensi merusak saraf, membuat seseorang merasakan euforia berlebihan, menggangu kesehatan mental, dan menimbulkan kecanduan. Oleh karena itu, kini pemanfaatan ganja banyak dilarang oleh pemerintah.

Tanaman ganja disalah satu perbukitan di Aceh, 9 Oktober 2013
Tanaman ganja disalah satu perbukitan di Aceh, 9 Oktober 2013

Menurut Mahmoud ElSohly, Ph.D, peneliti tanaman Cannabis, ada sekitar 500 zat kimia dalam ganja. Zat aktif utamanya adalah tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBD). Jika diformulasikan dengan dosis tepat, THC atau zat yang bisa membuat fly ini bisa jadi obat mujarab. Sedangkan CBD merupakan zat yang berikatan dengan reseptor di tubuh dan memengaruhi sistem imun dan otak.

Penyalahgunaan pemakaian seperti ganja yang dibakar pada suhu tinggi membuat 500 zat kimia dalam ganja memberikan efek samping sebagai pemicu kanker jika dihisap masuk dalam tubuh. Oleh karena itu, untuk mendapatkan efek positifnya, penggunaan ganja tidak bisa sembarangan. Pemakaiannya harus berada di bawah pengawasan dokter dan tidak berlebihan. (tempo.co)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY