Header Ads

Doa Tifatul Jadi Panjang, Ini Komentar Adian Napitupulu

acehbaru.com | Jakarta  – Isi doa yang dibacakan oleh Tifatul Sembiring pada sidang paripurna 17 Agustus 2017 lalu berbuntut panjang, berbagai komentar muncul. Salah satunya dari Adian Napitupulu anggota DPR RI dari partai PDI Perjuangan Senin, 21 Agustus 2017

Adian menyebutkan kewajiban pemimpin versi PKS dan versi Jokowi sangat berbeda, Versi PKS atau Tifatul Sembiring sukses seorang pemimpin mungkin di ukur dari pertambahan berat badannya, sementara Pemimpin menurut versi Jokowi bukanlah pertambahan berat badan si pemimpin. Tetapi si pemimpin harus mampu berbuat untuk kepentingan rakyat yang di pimpinnya, yang kemudian rakyat tersebut menjadi sehat, kuat, “gemuk”.

“Selama ini Pak Jokowi telah menjalankan program untuk menyehatkan rakyat,”kata Adian.

Adian mencontohkan pembangunan infrastruktur ribuan kilometer jalan, puluhan bandara dan pelabuhan, jalan tol dan sebagainya serta beragam paket kebijakan ekonomi, pengelolaan BBM satu harga, pendidikan dan sebagainya.

Dan yang terakhir, baru-baru ini  termasuk membagikan sertifikasi tanah untuk Rakyat, untuk tahun 2017 ditargetkan harus selesai 5 juta sertifikat, dan 2018 minimal 2 juta sertifikat.

Dia menjelaskan mensertifikasi tanah Rakyat adalah kebijakan yang bukan saja menunjukan keberpihakan pada Rakyat melainkan juga menjadi kebijakan yang sangat cerdas dan mampu menjawab berbagai permasalahan mendasar rakyat. Seperti, mencegah konflik agraria, menjadi tanah rakyat kuat secara hukum, melawan mafia tanah, bisa menjadi modal rakyat dan berharga. (iem)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.