Header Ads

Diduga Konstlet Listrik, Rumah Janda Miskin Lapehan Mesjid Terbakar

acehbaru.com|Bireuen - Sebuah rumah semi permanen berkonstruksi kayu tipe 36 milik janda miskin Buleun Daud ( 78 ) warga Desa Lapehan Mesjid Kecamatan Makmur , Bireuen ludes terbakar sekira jam 11.00 Wib , Kamis 6 Juli 2017 dan akibat kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa namun menderita kerugian puluhan juta rupiah.

M.Hasan ( 35 ) warga lapehan Mesjid kepada media mengatakan, kebakaran rumah Nek Buleuen pertama diketahui dirinya yang lagi memasang keramik didepan rumah korban setelah mendengar suara melepuh seng dan saat itu juga dia menuju kebelakang,

" saya mendengar suara krap krip seng dan seketika itu juga saya lari kebelakang melihatnya,". Ujarnya

Betapa terkejut dirinya mendapat rumah Nek Buleuen yang ditempati bersama anaknya M.Yusuf Abdullah ( 32 ) yang berprofesi sebagai penarik becak dan Menantu Iswati ( 30 ) sedang dilalap sijago merah.

Mengetahui kejadian itu , dengan pengeras suara yang disampaikan pihak desa seluruh warga keluar menuju lokasi untuk memberi bantuan memadamkan kobaran api yang sedang beringas , namun upaya yang dilakukan warga dengan air seadanya tidak berhasil menyelamatkan rumah berikut isi didalamnya.

Pantauan acehbaru.com dilokasi, rumah janda miskin yang berada di pojok utara sebelah timur Sekolah Dasar Negeri ( SDN 3 Makmur itu terleyak berdekatan dengan beberaoa rumah warga lainnya, sehingga jika tidak ada bantuan segera pada saat kejadian sebuah rumah milik Nurdin dan beberapa rumah disampingnya akan terkena imbasnya,

" untung kami berhasil menyiram dapur rumah toke Din, kalau tidak api akan merambah rumahnya, ". Ungkap Lukman

Untuk sementara korban mengungsi ke rumah keluarga terdekat dan pihak Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Bireuen sudah menyalurkan bantuan masa panik serta pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) juga sudah berada di Tkp.

Keuchik Lapehan Mesjid Muzakkir berharap kepada Pemerintah Daerah untuk segera merespon kebutuhan korban yang tergolong sangat miskin,

" Kami mohon kepada pemerintah untuk segera membantu mereka membangun kembali rumahnya, karena mereka tidak mempunyai harta benda selain tanah sepetak tempat tinggal saja, ". Pinta Muzakkir ( Sal )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.