Header Ads

Debu Dump Truck Angkut Batu Gunung Buat Warga Sawang Jengkel

acehbaru.com | Aceh Utara – Pengguna jalan Krueng Mane – Sawang keluhkan aktivitas dumtruck pengangkut batu gunung (batu gajah). Alasan mereka jengkel ketika berpas-pasan dengan kendaraan bermuatan berat tersebut sangat menyiksa mata dan pernapasan karena debu berterbangan.

Muksal alias Bolu (19) warga Paya Rabo Kecamatan Sawang, Aceh Utara yang berjualan di Keude Krueng Haji mengatakan memilih menggunakan masker dari handuk, “udara sudah tercemar, kalo tidak pake masker malam hidung terasa berat” katanya. Rabu, 26 Juli 2017, sore.
Suryani, seorang guru yang saban hari harus melalui jalan tersebut juga mengaku icaih (jengkel) “banyak debu, uda pake masker, helm tetap saja harus mandi debu, nggak nyaman, banyak polusi” Katanya.

Untuk diketahui, yang menggunakan sarana publik jalan Krueng Mane Sawang tidak hanya dump truck pengangkut batu gunung, truck diesel milik beberapa perusahaan kontruksi juga mengambil material pembangunan dipedalaman Sawamg, Aceh Utara. “truck besar itu yang parah menimbulkan debu, badan jalan juga rusak akibat truck besar, tonase truk tidak sesuai dengan jenis jalan, maka jalan makin hari tambah hancur” kata warga.sawang2

[caption id="attachment_34804" align="aligncenter" width="2048"]
Salah satu dampak awal bermunculan, sementara dampak bagi manusia belum kelihatan.
Salah satu dampak awal bermunculan, sementara dampak bagi manusia belum kelihatan.[/caption]

Aktivitas penambangan batu gajah di Blang Rantoe Kecamatan Sawang, Aceh Utara, diangkut truck berukuran besar (tronton dump truck) menggunakan jalan Krueng Mane Sawang untuk pembangunan tanggul tepi laut Krueng Mane Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

Data LPSE menyebutkan, Ini merupakan proyek kontruksi lanjutan pembangunan jetty sayap kanan PPI Krueng Mane (DID) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara yang dilaksanakan PT Ramai Jaya Purna Sejati dengan nilai kontrak sebesar 7.116.200.000 rupiah. | ISB |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.