Header Ads

Terduga Teroris Ditangkap, Setelah Datang ‘Pemotret’ Khususan

acehbaru.com - Isu terorisme tidak begitu menarik di Aceh, walaupun sempat heboh dengan adanya aktivitas pelatihan di bukit Jalin, Jantho pada 2010 lalu. Mungkin karena tidak banyak yang tertarik akhirnya aktivitas ini cepat terbongkar, walaupun ada beberapa pemuda lokal menjadi korban.

Kini, ditengah isu penistaan agama di Ibu kota Negara, kemudian berlanjut dengan kejadian  pengeboman di Gereje Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur serta penangkapan tersangka teroris bernama Rio Priatna (23) di Majalengka, Rabu (23/11/2016). Tiba-tiba Desa kecil Blang Tarakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten  Aceh Utara, Propinsi Aceh  mendadak heboh, Bahraini Agam, 36 ditangkap Densus 88 dengan dugaan terkait jaringan teroris Majalengka. Sabtu, 26 November 2016. BACA JUGA : Terduga Teroris Ditangkap Di Aceh Utara

Berdasarkan keterangan Sulaiman Yusuf, 29 tahun adik kandung Bahraini, kakaknya ditangkap  sekitar pukul 11:00 Wib, saat itu  sedang mengecor batu untuk pembangunan kedai milik adiknya Yusmanidar, 25 tahun di Desa setempat. BACA JUGAKabid Humas Polda Aceh : Bener Ada Penangkapan oleh Densus 88...

“Saya waktu itu sekitar 50 meter dari tempat kejadian,  saya sedang jalan kembali kesitu, dan saya lihat abang saya yang sedang memasang batu heleng ditangkap dan dinaikkan ke mobil Kijang warna putih, dan setelah itu saya juga ditangkap,” kata Sulaiman Yusuf

Selain menangkap Bahraini, polisi juga menggeledah tas kakaknya juga mengeledah sekeliling rumah adiknya, namun tidak ada barang berbahaya yang ditemukan. “Saya sempat diborgol, karena  terjepit borgol tangan saya terasa sakit, kemudian saya minta dibuka agar bisa merokok, karena saya tidak merasa ada kesalahan apapun,” tambah Sulaiman kepada acehbaru.com

Bahraini bukan warga Desa Blang Tarakan, dia  warga Desa Gunci, sebuah desa yang  juga masih dalam kecamatan Sawang. Hubungan mereka adalah saudara kandung dari ibu lain bapak.

Bahraini baru tiba dirumah adiknya tersebut empat hari lalu, karena ada pekerjaan membangun kedai milik adiknya Yusmanidar,  Bahraini pun  ikut membantu mengadukl semen dan memasang batu.

[caption id="attachment_32187" align="alignleft" width="164"]Info grafis pasca teror bom dan penembakan di Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (14/01/2016). Info grafis pasca teror bom dan penembakan di Jl MH Thamrin, Jakpus, Kamis (14/01/2016).[/caption]

Jumat, 25 November 2016 sebuah pertanda bagi Bahraini, sebuah mobil kijang warna putih yang tidak diketahui siapa tuannya muncul disana, penumpangnya turun dan bergaya memantau lokasi, mereka juga memotret kesana-kemari.

Aksi tersebut sempat mengundang curiga warga disana, namun masyarakat memilih cuek  ketimbang mempertanyakan aktivitas mereka.  “Kemarin ada yang datang memotret-motret sekitar sini, kami memilih cuek saja, kami pikir ada apa, memang nampak,  itu bukan warga biasa,” kisah seorang warga Blang Tarakan

Kecurigaan itu terjawab setelah hari berikutnya, Sabtu, 26 November 2016 sejumlah pasukan bersebo dengan senjata lengkap muncul lagi ditempat itu, kali ini pasukan yang kemudian diketahui dari Mapolres Lhokseumawe dan Densus 88 Anti teror bukan  untuk memantau atau memotret-motret sekitaran itu, ternyata mereka kembali lagi untuk menangkap Bahraini Agam, 36 tahun.

Pria yang beberapa hari ini dilihat warga Desa Blang Tarakan adalah tukang bangunan itu diborgol dan dibawa bersama aparat kepolisian. Baru setelah itu beredar kabar Bahraini ditangkap atas dugaan terkait dengan pengembangan atas tertangkapnya Rio Priatna, 23 tahun di Desa Girimulya RT 003 RW 005 Kecamatan Banjaran, Majalengka,  Rabu (23/11/2016) yang disebut polisi tersangka teroris kelompok Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN) yang dipimpin Bahrun Naim.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Goenawan, mengatakan, penangkapan BHN berdasarkan pengembangan dari jaringan teroris Majalengka, Jawa Barat. Setelah ditangkap, BHN langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Penangkapan dilakukan tim Densus 88, dan dibantu personel Polda Aceh. “Belum diketahui sejauh mana keterlibatan BHN dalam jaringan teroris tersebut,” Jelasnya (ABC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.