Header Ads

Fidel Castro Meninggal, Ini Perjalanannya

acehbaru.com | Havana - Tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro, meninggal. Pemerintah Kuba menetapkan hari berkabung nasional selama sembilan hari.

Fidel Alejandro Castro Ruz lahir di Mayari di provinsi Oriente, Kuba, pada 13 Agustus 1926.

Dia bersekolah di Santiago de Cuba dan Havana serta pernah bersekolah di Colegio de Belen, sebuah sekolah asrama Jesuit.

Pada tahun 1945, Castro mendaftar ke Universitas Havana untuk belajar hukum.

Saat masih mahasiswa, Fidel Castro menikah dengan Mirta Diaz-Balart pada tahun 1948. Anak mereka, Fidel Castro Diaz-Balart, lahir pada tahun 1949.

Pada tahun 1954, Fidel Castro secara resmi bercerai dari istrinya.

Kisah Singkat


Saat masih anak-anak, Castro kecil menunjukkan minat yang besar pada sejarah dan militer Kuba.

Banyak yang mengatakan pemberontakan petani di Oriente mempengaruhi kecenderungan politiknya. Saat mahasiswa, Castro sudah terlibat dengan kelompok-kelompok politik dan revolusioner.

Setelah menyelesaikan sekolah hukum, dia menawarkan layanan hukum gratis kepada orang miskin yang membutuhkan.

Pada tahun 1952, Fidel Castro mencalonkan diri untuk kursi parlemen Kuba. Namun, sebelum pemilu berlangsung, Fulgencio Batista menggulingkan parlemen Kuba dan membentuk pemerintahan militer.

Pada tahun 1953, Castro dan rekan-rekannya berupaya menggulingkan diktator militer. Namun, upaya itu gagal dan dia dipenjara.

Meski demikian, Castro menjadi orang ternama di kalangan orang Kuba setelah serangan terhadap rezim militer tersebut.

Pada tahun 1955, dia dibebaskan di bawah amnesti dan bersembunyi di Meksiko, dan kemudian di Amerika Serikat.

Selama masa ini, Fidel Castro, adiknya, Raul, dan Ernesto (Che) Guevara, seorang revolusioner Argentina, membuat rencana untuk menggulingkan rezim militer di Kuba.

Pada tanggal 2 Desember 1956, Castro bersama dengan delapan puluh satu pemberontak datang dengan perahu untuk menyerang barak militer.

Serangan itu berujung kegagalan dengan hanya beberapa orang yang selamat, termasuk Guevara dan Castro bersaudara.

Mereka melarikan diri ke Sierra Maestra Mountains, di mana mereka bersembunyi sampai berhasil melancarkan serangan besar-besaran pada tahun 1958.

Pada bulan Januari 1959, Kuba dibebaskan dari Batista, dan Castro menjadi perdana menteri Kuba. Posisinya segera diakui oleh Pemerintah AS.

Langkah pertama Castro adalah menasionalisasi pabrik dan perkebunan yang mengundang kemarahan Amerika Serikat.

Pada tahun 1961, di bawah kepemimpinannya, invasi yang didukung AS di Teluk Babi berhasil digagalkan untuk kemudian mengakhiri dominasi ekonomi Amerika.

Castro menjalin hubungan erat dengan Uni Soviet dan bergantung pada bantuan mereka. Di bawah kepemimpinannya, Kuba menjadi negara komunis pertama di belahan bumi Barat.

Namun, Kuba harus menghadapi kesulitan ekonomi ketika Uni Soviet runtuh pada tahun 1991, dan terpaksa membuka diri pada investor asing.

Pada Desember 1976, Fidel Castro diangkat menjadi presiden Kuba ke-22. Dia tercatat menjadi sasaran CIA dengan sekitar 638 kali upaya pembunuhan yang berakhir pada kegagalan.

Saat menjadi presiden, Castro membuka 10.000 sekolah baru, berusaha memberantas buta huruf, dan membangun banyak pusat kesehatan.

Dia adalah seorang diktator dengan caranya sendiri. Pada masa pemerintahannya, serikat pekerja kehilangan kekuatan, banyak surat kabar ditutup, dan lembaga keagamaan dikebiri.

Akibatnya, banyak rakyat Kuba melarikan diri ke Amerika Serikat untuk mencari perlindungan.

Kondisi kesehatan Castro mulai menjadi isu utama di akhir tahun 1990-an. Pada 31 Juli 2006, Fidel Castro menjalani operasi akibat perdarahan gastrointestinal.

Sejak saat itu, saudaranya Raul akhirnya terpilih sebagai pengganti Castro sebagai Presiden Kuba.[ACB/amazine.co]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.