Header Ads

Ahok Diperiksa, Ini Tanggapan Resmi MUI Tentang Al Maidah 51

acehbaru.com - Pasca demonstrasi 4 November 2016 atau lebih dikenal dengan aksi bela Islam gara-gara dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu 27 September 2016 lalu terus bergulir, berbagai tanggapan muncul  dengan ucapan Ahok tersebut.

Dalam pernyataan resmi Majelis Ulama Indonesai (MUI) yang dipublikasikan republika.co.id mengenai komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang diduga menistakan Islam karena menafsirkan surat Al Maidah ayat 51.

Dalam sambutannya di Kepulauan Seribu Ahok berkomentar "Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya,".

Menurut Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, pernyataan tersebut meresahkan masyarakat, sehingga MUI mengkaji dan menyampaikan sikap mereka. Alquran surah Al Maidah ayat 51, lanjutnya, secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin.

[caption id="attachment_32064" align="alignnone" width="640"]ahok-demo-4-november-2016 Aksi Bela Islam 4 November 2016[/caption]

Ulama pun wajib menyampaikan isi surah Al Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin Muslim itu wajib. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah Al Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.

MUI juga menyatakan kandungan surah Al Maidah ayat 51 adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Alquran. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan ayat Alquran tersebut merupakan penghinaan terhadap ulama dan umat Islam dan memiliki konsekuensi hukum. (ir/republika)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.