Header Ads

Menang Gugatan, Kontras Minta Informasi Penyelidikan Munir Dibuka

acehbaru.com | Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memenangkan gugatan keterbukaan informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP). Putusan itu mewajibkan Kementerian Sekretariat Negara menyampaikan hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus pembunuhan Munir ke masyarakat.

Koordinator KontraS Haris Azhar berharap Kementerian Sekretariat Negara menindaklanjuti putusan KIP, karena kalau tidak artinya pemerintah melawan hukum. "Makin lama nggak dijalankan artinya dia makin melawan hukum. Segeralah dibuka," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 10 Oktober 2016.

Putusan terhadap gugatan yang terdaftar dengan nomor register 025/IV/KIP-PS-2016 itu dibacakan pada hari ini. Dalam amar putusannya, Majelis hakim yang diketuai oleh Evi Trisulo menyatakan pemerintah Republik Indonesia harus segera mengumumkan secara resmi informasi hasil penyelidikan kasus meninggalnya Munir kepada masyarakat.

Haris melanjutkan, meskipun tidak ada sanksi bagi pemerintah jika melawan putusan KIP, putusan itu berupa menjadi tanda bahwa pemerintah merupakan bagian dari pembunuh munir. "Kalau mereka tidak buka hasil tim, berarti bagian dari penjahat pembunuh munir," ujarnya.

Sebelumnya pada 7 September 2004, Munir Said Thalib terbunuh di pesawat Garuda saat dalam perjalanan untuk melanjutkan sekolah di Belanda. Aktivis hak asasi manusia itu tewas akibat racun arsenikum. Hingga saat ini, masih belum jelas siapa yang membunuh Munir. (tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.