Header Ads

Ketika Ibu Dosen Bertanya Apa Yang Tidak Membunuh Saya?

acehbaru.com - Ibu Dosen tercekat. Berdiri mematung. Mulut menganga. Heran bukan kepalang. Tidak mengerti. Belum pernah ini terjadi sebelumnya. Kenapa para mahasiswa tertawa? Apakah jawaban saya lucu? Di mana letak lucunya? Atau, tingkah-laku sayakah yang lucu hari ini? Atau apakah mereka menertawai diri-sendiri? BACA JUGA : Cerita Mahasiswa Indonesia dan Tokoh Jerman

Begitulah Ibu Dosen bertanya-tanya pada dirinya. Padahal masalahnya sederhana. Tadi beliau melempar soal pada para mahasiswa, “Apa maksud ungkapan: was mich nicht umbringt, macht mich starker?” BACA JUGA : Gara-gara sepucuk Surat, Mahasiswi Unimal Dipolisikan Dosen Lulusan Jerman


Kalimat dalam bahasa Jerman itu dikutip dari “Also Sprach Zarathustra” karya Friedrich Nietzsche, yang artinya: “Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.”

Ditanya begitu, para mahasiswa langsung masuk ke dalam pikiran masing-masing. Mereka yakin, Bu Dosen tidak bertanya dengan maksud yang sebenarnya. Pasti ada jawaban lain yang diinginkan Ibu, tidak sebatas, “Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.” Tidak. Pasti ada sejumlah pengembangan imajinasi yang diinginkan Bu Dosen.

“Jess,” bisik seorang mahasiswi pada teman di samping kirinya, “kamu yakin jawaban yang diinginkan Ibu adalah, ‘Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.’?”

“Tidak,” jawab Jessica. “Pasti jawabannya bersifat metafor.”

“Na,” bisik mahasiswi cantik itu lagi pada teman di samping kanannya, “kamu yakin jawaban yang diinginkan Ibu adalah, ‘Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.’?”

“Tidak,” jawab Mona. “Pasti jawabannya bersifat agak-agak nge-filosofis gitu.”

“Di,” bisik mahasiswa lain lagi pada teman di samping kirinya, “kamu yakin jawaban yang diinginkan Ibu adalah, ‘Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.’?”

“Tidak,” jawab Hariadi. “Pasti jawabannya bersifat sastra-sastraan. Kan kamu sendiri tahu sifat Bu Dosen kita itu.”

“Tar,” bisik mahasiswa lain lagi itu pada teman di samping kanannya, “kamu yakin jawaban yang diinginkan Bu Dosen, ‘Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.’?”

“Tidak,” jawab Mukhtar. “Pasti jawabannya seperti dalam dialog-dialog kisah Nasruddin Hoja, Al-Adawiyah, Abu Nawas, humor-humor Gus Dur dan yang sejenis dengan-dengan itu.”

“Kalau begitu, kita tak usah jawab saja, ya. Daripada ditertawai Bu Dosen, daripada dikira kita terlalu sederhana, daripada dikira imajinasi kita jalan di tempat.”

“Ya. Sepakat.”

Setelah tiga menit berlalu, Ibu Dosen menggugat, “Apakah tak ada yang bisa menjawab?”

“Tidak, Buuuuuuu…!,” jawan 70-an mahasiswa nyaris serentak.

“Jawabannya adalah: ‘Apa yang tidak membunuh saya, membuat saya lebih kuat.’”

“Haaa-haaa-haaa-haaa-haaa!” Tujuhpuluhan mahasiswa serentak pecah dalam tawa. Mereka menertawai diri-sendiri, karena kali ini salah membaca dosennya. (Anekdot ini ditulis oleh Musmarwan Abdullah)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.