Header Ads

Akhir Cerita Safwani Yang Tidak Dikenali

acehbaru.com | Lhokseumawe - Tabrakan yang terjadi  di jalan lintas desa Babah Buloh Kecamatan Sawang  Kabupaten Aceh Utara, Jumat, 30 September 2016 sekira jam 19.00 WIB, berakhir pilu. Korban berbadan kekar, kulit sawo matang dan sedikit berbulu dada  menggunakan baju oblong loreng yang bertuliskan Raider serta celana olah raga warna biru sempat dua hari tak diketahui identitas.

Hingga, Sabtu 1 Oktober 2016 pihak RSU Kasih ibu sibuk mencari alamat korban, namun hingga malam belum juga ditemukan.  Acehbaru.com sempat berinisiatif untuk mencari tahu sesuai alamat yang tertera di STNK kenderaan yang digunakan korban yaitu sepeda motor Vario tahun 2011 dengan nomor polisi BL 5034 QT atas nama Nasruddin.H alamat dusun Melati Meunasah  Matang Baloy Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara.

Namun setelah dihubungi kesana, Alim kepala Desa Matang Baloy menyebutkan bahwa kenderaan itu sudah lama dijual oleh Nasruddin ke sebuah Shoowrom di Simpang Rangkaya Kecamatan Matang Kuli. Informasi tentang korban kembali kabur.

Tak berhenti disitu, acehbaru.com coba menghubungi salah seorang warga Meunasah Pulo Kecamatan Sawang dimana lokasi tabrakan terjadi.  Namun warga tersebut juga menyebutkan tak mengenal, sembari menjelaskan  bahwa tabrakan terjadi dengan anak-anak yang hendak mengaji, dalam posisi kenderaan korban melaju dari arah Kreung Mane.  “Kemungkinan orang Gampong atas (Kampung pedalaman),” Ujar sumber itu berasumsi.

Baru pada Sabtu malam pukul 03.00 WIB dinihari  setelah insiden ini diberitakan media keluarga pasien datang menjenguk korban tabrakan tanpa identitas itu. Saat itulah dikenali bahwa pria itu ternyata  Safwani (24) pekerjaan Mahasiswa  beralamat Punteut,Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara. “Jam 3 baru datang keluarga pasien,” Kata Misri seorang perawat ruang ICU

Jarak desa yang didomisili korban dan lokasi tabrakan tergolong masih satu daerah, namun kejadian yang menimpa Safwani hampir tiga hari terbujur tak sadar diri di Rumah Sakit tanpa ada yang mengenal, lebih lagi Safwani saat perjalanan itu diduga tak membawa dompet yang berisikan KTP, maupun identitas lain yang dapat menunjukkan alamat tinggalnya, ia hanya mengantongi uang dan STNK kenderaan.

“Masih untung kemudian keluarganya tahu, kalau tidak bagaimana dengan korban ini, kalau sempat meninggal mau dipulangkan kemana, sudah seharusnya kalau berpergian walaupun dekat bawa identitas” Ujar salah seorang warga di RSU

Karena kondisi semakin kritis akhirnya pukul 13.00 Wib, Minggu, 2 Oktober 2016 Safwani dirujuk ke RSU Meuraxa Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan lanjutan akibat mengalami cedera kepala berat (CKB)

Namun nyawanya tak tertolong,  setelah sempat dirawat  beberapa saat, sekitar jam 18.30 Wib tadi Safwani menghembuskan nafas terakhir. Dan malam ini jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Punteut kecamatan Sawang Aceh Utara untuk difardhukifayahkan. (Sal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.