Header Ads

Polisi Syari’ah Mendapat Perlawanan Saat Grebek judi Lempar Gelang

acehbaru.com | Lhokseumawe - Polisi Satpol- PP dan WH Kota Lhokseumawe mengerebek tempat permainan Judi Lempar gelang di tempat wisata pantai Ujong Blang, Desa Hagu Barat Laut Kota Lhokseumawe, Minggu sore (17/9). Namun Upaya Polisi Syari’at tersebut tidak membuahkan hasil akibat mendapatkan perlawanan dari pemilik Judi tersebut.

Pantauan reporter acehbaru.com dilapangan, pengrebekan dilakukan sebanyak 6 personil Polisi syari’at islam, saat petugas sudah berhasil mengamankan pemilik dan botol minuman yang di jadikan sebagai tempat lempat gelang, namun tiba tiba dari kerumunan warga datang seorang pemuda berambut panjang dan menghalangi tugas polisi Syari’ah Islam tersebut.

Pria dengan rambut panjang dan memakai baju kaos merah yang tidak di ketahui nama namanya tersebut berteriak serta memaki maki personil WH, namun tak lama berselang muncul beberapa pemuda lain nya dengan memegang botol minuman yang terbuat dari kaca serta mengancam petugas, Karena kalah jumlah, akhirnya polisi syari’at islam tersebut terpaksa pulang tanpa hasil, meskipun tangkapan nya sudah dalam genggaman.

Pemuda dengan memakai baju kaos merah tersebut berteriak “ jangan bawa punya kami, kami hanya cari uang, dan ini setahun sekali, kalau kalian bawa maka akan ribut “.

Irsyadi Kasatpol – PP dan WH Kota Lhokseumawe Melalui M. Nasir Kabid Penegakan Syari’at Islam dan penegakan kebijakan daerah melalui sambungan telpon kepada acehbaru.com mengatakan, untuk kali ini pihak nya Cuma melakukan pembinaan terhadap para pemilik judi lempar gelang yang berada di pantai ujong blang tersebut, namun jika di temukan dikemudian hari pihak nya akan melakukan tidakan tegas.

“ kita hanya memberikan teguran dan pembinaan terhadap para pelaku, namun jika di kemudian hari masih di temukan hal seperti itu maka pihak nya akan mengambil tindakan tegas, peran serta masyarakat Desa sangat penting dalam penegakan Qanun Syari’at Islam”. Ujar Nasir.

M.Nasir berharap kesadaran masyarakat sekitar untuk menghentikan perbuatan yang melanggar syari’at islam, dalam hal ini peran serta aparat Desa sangat penting untuk memantau dan menghentikan para pelaku yang melakukan aksi yang melanggar Qanun Syari’at islam.

Penegakan qanun syari’at islam nomor 13 tahun 2003 tentang maisir menjadi kendala sendiri bagi petugas, karena saat dilakukan pengrebekan tidak ikut di damping oleh aparat kepolisian, maka dengan mudah nya pelaku yang melanggar syari’at islam untuk melawan petugas. (Fiq)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.