Header Ads

Serahkan Syarat Pencalonan Bupati, Nektu- Tgk Rani Polem meriah

acehbaru.com |  Aceh Timur – Ridwan Abubakar (Nektu) mantan gerilyawan yang sempat menduduki kursi DPR Aceh bersama Tengku Abdul Rani alias Polem yang juga berasal dari gerilyawan resmi mencalonkan diri sebagai Bupati dan Wakil pada Pilkada 2017 mendatang, dibuktikan dengan penyerahan syarat 23 ribuan KTP ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur siang tadi. Senin, 8 Agustus 2016.

Pasangan mantan combatan ini kemungkinan besar akan bertarung dengan pasangan Incumben yaitu pasangan Hasballah M. Thaib (Rocky)–Syahrul Syamaun yang juga berasal dari kalangan mantan Combatan GAM. “Perebutan pengaruh semakin kuat di Aceh Timur,”Ujar seorang warga Idi Rayeuk kepada acehbaru.com

[caption id="attachment_31215" align="alignnone" width="704"]Nektu-WA0010 Balon Bupati Aceh Timur Ridwan Abu Bakar (Nektu) - Tgk Abdul Rani (Polem) menyapa pendukung sebelum menyerahkan 23 ribu KTP kepada KIP, sebagai syarat dukungan maju lewat jalur Independen, Senin, 8 Aug 2016 | Foto Miler/acehbaru.com[/caption]

Pasangan Nektu-Polem mendatangi Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur diantar seribuan masyarakat pendukung. Mereka yang datang tidak lain adalah perwakilan dari kecamatan dan masyarakat umum yang telah memberikan KTP dukungan kepada pasangan ini.

“Terima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah bersedia menemani untuk mengantarkan syarat ke KIP, semoga kekompakan dan kebersamaan terbangun untuk kebaikan Aceh Timur kedepan,” Ujar Ridwan Abu Bakar atau lebih di kenal dengan sebutan Nektu.

Massa masyarakat sebelum bergerak ke kantor KIP terlebih dahulu berkompul di Posko Nektu- Abdul Rani (Polem) di Gampong Jalan Idi Rayeuk. Sementara massa masyarakat lainnya berkumpul di Paya Gajah, setelah semua siap, semua bergerak mengantar ke kantor KIP di Gampong Alue Nibong, Kecamatan Peureulak untuk mencapai waktu pukul 12:00 Wib siang. Sebagai bentuk pelestarian budaya Aceh, mereka juga mengiringi suasana itu dengan iringan tabuhan Rapai’i.

Bakal calon bupati dan wakil bupati Aceh Timur, Ridwan Abu Bakar (Nek Tu) dan Abdul Rani (Polem) menyerahkan syarat dukungan kepada dua Komisioner KIP Aceh, Muhammad AK,dan Hendra Fauzi.

KIP Aceh Timur diambil Alih Tugas

Komisioner KIP Aceh Timur sedang kosong, karena ‘Konslet’ berkepanjangan, menjadikan kewenangan KIP Aceh Timur kini diambil alih KIP Aceh.

Kisah awal pada Agustus 2013 silam  Komisi A DPRK Aceh Timur dipimpin Tajul Ula menetapkan lima calon anggota KIP Aceh Timur masing-masing, Iskandar Agani SE, Mulia Krim, SAg, MH,  Drs. Ridwan Suud, Tarmizi S.Sos.I., dan Sofyan melalui rapat pleno. Namun, hasil pleno itu ditolak dalam rapat paripurna khusus penetapan anggota KIP Aceh Timur pada 24 Agustus 2013

Pada 8 Oktober 2013, panitia kerja (Panja) Seleksi Banmus DPRK Aceh Timur melaksanakan kembali uji kelayakan dan kepatutan terhadap 15 calon anggota komisioner KIP Aceh Timur Jilid II di Aula DPRK, Idi Rayeuk.

Dalam uji ini diketuai Sulaiman Ismail dan didampingi Mukhtar Lutfi (sekretaris) dan tiga anggota, yaitu Marzuki, M Yunus dan Zulkifli Thaib. Mereka semuanya berasal dari Partai Aceh (PA) memutuskan KIP Aceh Timur periode 2013- 2018 masing-masing atas nama Drs. Ridwan Suud, Syahrul S.Sos I, Ilyas S. pd I, Ismail S.Ag, dan Safwan S.Ag. MH.

Keputusan ini digugat oleh anggota KIP jilid I, hingga akhirnya keluar keputusan Mahkamah Agung menerbitkan putusan, yaitu Nomor 46/K/PTUN/2015 tanggal 30 Maret 2015 Perkara Kasasi TUN tentang Pengangkatan Anggota KIP Aceh Timur. Keputusan itu tak terealisasi, anggota KIP jilid I belum ada status jelas.

Senin, 22 Februari 2016 KIP aceh menyambangi DPRK Aceh Timur untuk menindaklanjuti surat KPU RI Nomor 63/ KPU/II/2016 tanggal 11 Februari 2016. Namun DPRK menolak. Akhirnya kewenangan KIP Aceh Timur sekarang dibawah kendali KIP Propinsi Aceh. (ima)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.