Header Ads

Masyarakat Langsa Terancam 'Punah' diserbu Virus Lalat Ayam Potong



acehbaru.com | Langsa- Masyarakat Gampong Simpang Wie Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa terancam 'punah' akibat serbuan viirus lalat yang berasal dari 4 titik lokasi peternakan ayam potong dikawasan itu. Jumat, 15 Juli 2016

Rusdi Hanafiah warga Simpang Wie kepada acehbaru.com, mengaku resah dengan 4 peternakan itu yang mengakibatkan ribuan lalat menyerbu rumah mereka setiap saat dan sudah berlangsung sejak berdirinya perternakan ayam tersubut.

Dikatakannya, kehadiran lalat lalat itu sudah sangat menggangu aktifitas rumah tangga masyarakat sekitar, dan di khawatirkan akan menyebarnya berbagai wabah penyakit yang di timbulkan akibat lalat.

Informasi yang diperoleh acehbaru.com di lapangan ternyata pegusaha dan pemilik usaha peternakan tersebut adalah para kepala desa di wilayah itu. Yaitu kepala desa Asam Betek dan kepala desa Medang ara.

Sementara Wito, salah seorang pengusaha ternak yang nota bennya juga sebagai Kepala desa Asam betek kepada acehbaru.com, mengaku benar jika kandang ternak ayam di desa Medang ara adalah miliknya.

"Lalat lalat tersebut akan banyak di rumah rumah warga saat ayam ternak sedang di panen yaitu 30 hari sekali " tuturnya

Wito juga menuding wabah lalat yang menyerbu warga itu bukan cuma dari kandang ternaknya saja, akan tetapi dari kandang ternak milik Kepala Desa Medang Ara juga yaitu buk Geucik Sarmi.

Menyikapi hal tersebut Zulfadli Ar, salah seorang pengamat sosial di Kota Langsa, selayaknya pihak yang berkompeten memeriksa ke lapangan di beberapa titik peternakan yang dikeluhkan masyarakat untuk menanyakan kepada pengusaha ayam apakah mereka memiliki izin HO atau tidak. "Jika mereka tidak memiliki izin HO berarti usaha mereka ilegal," Kata Fadli


Fadli menambahkan, Ironisnya, Dinas Peternakan Kota Langsa tidak bergeming terhadap kasus ini, seharusnya Dinas perternakan meninjau kembali lokasi peternakan ayam di dalam pemukiman penduduk tersebut. (Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.