Header Ads

Jembatan Handel Rimo Diperbaiki

acehbaru.com |  Aceh Singkil - Jembatan Handel Desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah nyaris jebol kenderaan yang melintas harus ekstra hati hati agar tidak tergelincir karena lantai jembatan banyak yang berlobang.Kamis 21 Juli 2016

Hal itu diakibatkan selain termakan usia Jembatan itu juga satu satunya jalan alternatip yang menghubungkan antar Kecamatan Gunung Meriah dan Kecamatan Kota Baharu serta Kecamatan Singkohor, Jembatan itu juga di lintasi mobil perusahaan kelapa sawit yang berada di dua Kecamatan itu.

Jembatan berkontruksi baja dengan lantai kayu sepanjang sekira 150 meter terbentang dibadan sungai Lae Cinendang Hendel Desa Rimo Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, jembatan yang dibangun diera 1990-an itu, merupakan program Kementerian Transmigrasi di bekas wilayah kecamatan Simpang kanan dan Simpang Kiri yang saat itu masih tergabung dalam otonomi kabupaten Aceh Selatan.

Pada tahun 2015 Pemerintah Aceh Singkil telah merenopasi jembatan dari lantai yang dulunya terbuat dari bahan kayu diganti menjadi kontruksi baja, namun sayang anggaran untuk pembangunan jembatan hanya berkisar 100 meter saja sedangkan 50 meter lagi hingga saat ini masih berkontruksi kayu.

Untuk memperlancar trasportasi umum dan armadanya PT Nafasindo merawat jembatan itu, sekitar 50 meter dua jalur yang belum diperbaiki Pemerintah mereka lapisi denga besi agar kayu yang sudah lapuk dapat bertahan dan bisa dilewati. ungkap Dodi (43) tahun karyawan PT Nafasindo yang terlihat mengerjakan jembatan itu.

"Kami bekerja memperbaiki jembatan ini karena kondisinya sudah sangat memperihatinkan, Kami sudah dua hari bekerja, lapisan besi semua telah rusak nanti akan diganti dan dilas Kembali" Ujar Dodi kepada acehbaru.com di lokasi.

Pertumbuhan penduduk yang pesat dan kehadiran perusahaan perkebunan  pemilik hak guna usaha (HGU) Ubertraco yang kini berganti nama PT Nafasindo yang didukung pendirian pabrik kelapa sawit (PKS) PT BLB2 dan pabrik PT Runding Putra Persada membuat denyut perekonomian setempat maju pesat.

Hal itu juga di dukung keikutsertaan penduduk dalam perkebunan kelapa sawit secara merata serta menyusul kehadiran sejumlah perusahaan perkebunan pe-milik HGU berinvestasi di kawasan itu.

Namun sayang pertumbuhan ekonomi dan penduduk tidak selaras dengan perbaikan imprastrutur jalan dan Jembatan hal ini berdampak pada melemahnya laju roda ekonomi Masyarakat, memang takdapat dipungkiri masuknya perusahaan yang membangun pabrik kelapa sawit akan membuat jalan terus rusak karna sering dilintasi oleh mobil mobil besar yang mengangkut hasil olahan pabrik yang selanjutnya akan dibawa ke Kota Medan Sumatera Utara.

Dari pantauan acehbaru.com rusaknya Jembatan itu, menurut sejumlah warga Handel Rimo, kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil juga karena diakibatkan puluhan kenderaan truk roda sepuluh yang lalulalang mengangkut material tanah timbun dari kawasan Bukit Harapan menuju Singkil, tahun 2015  yang lalu.

"Jembatan rusak itu telah Banyak memakan korban, jika hujan Jembatan menjadi licin beberapa pengguna jalan pernah terjungkal ke sungai akibat Jembatan licin dan berlobang, beruntung nyawa korban dapat diselamatkan namun kendaraannya 3 hari paska kejadian baru bisa di temukan" ungkap salman warga Desa Bukit harapan yang melintas di Jembatan itu.

warga berharap agar Pemerintah Aceh Singkil secepatnya membangun Jembatan itu agar tidak ada lagi korban. (Wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.