Header Ads

Diduga Malpraktek Operasi Caesar di RSUD Singkil, Bayi Tergores dikepala, Ibu Meninggal dunia

acehbaru.com | Aceh Singkil- Diduga malpraktek, di RSUD Aceh Singkil, bayi yang terluka dibagian kepala dan ibu yang melahirkannya meninggal dunia dua jam pasca operasi caesar pada, Jumat 10 Juni 2016 bulan  lalu.

Kasus dugaan malpraktek itu kini mulai diperbincangkan masyarakat Aceh Singkil dan sekitarnya, setelah akun facebook idir Ali angkat mengunggah foto bayi yang diketahui namanya Al Mustafa Mubarak dengan luka goresan dikepala sebelah kiri, menuai keritikan dari Netizen.

Akun yang berisi tulisan "dugaan malpraktek yang berujung kematian korban yang terjadi di RSUD Aceh Singkil, Kembali mencoreng dunia Kesehatan di bumi sekata sepekat. Semoga almarhumah tenang disisi Allah dan bayi korban menjadi Pemimpin". Beginilah isi dari tulisan facebook idir Ali angkat.

Dari hasil penelusuran acehbaru.com Nurli (30), istri dari Sungguh (33), warga Desa Lapahan Buaya Kecamatan Kuta Baharu Meninggal dunia dua jam setelah menjalani operasi caesar (bedah kandungan) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil, Jumat 10 Juni 2016 lalu.

Awalnya pihak Keluarga pasien tidak merasa curiga karena pada saat yang sama Keluarga masih berduka atas meninggalnya ibu dari bayi di RSUD Aceh Singkil itu, namun setelah satubulan lamanya dan bayi sudah di bawa kerumah hal yang aneh dan janggal pada bagian Kepala bayi ada bekas luka goresan.

Atas dasar kejanggalan itulah keluarga mendiang Nurli pun ingin mencari kebenaran dan keadilan atas persoalan tersebut. Mereka pun menunjuk Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) Perwakilan Aceh Singkil dan Subulussalam sebagai kuasa hukumnya. Hal itu sebagaimana dibenarkan oleh Bunyamin, Sekretaris Yara Aceh Singkil yang ditemui acehbaru.com di cafee Soccer Desa Lae Butar Kec Gunung Meriah, Kamis 14 Juli 2016 .

"Ya benar, keluarga pasien telah menguasakan kepada kami, saat ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti dari keterangan keluarga pasien," kata Bunyamin.

Bunyamin menambahkan, berdasarkan keterangan dari keluarga pasien yang berhasil dikumpulkan, untuk sementara, mereka menyakini meninggalnya Nurli dan luka di kepala bayinya mengindikasikan adanya kemungkinan tindakan malpraktek yang dilakukan pihak RSUD Aceh Singkil. Untuk itu sebagai kuasa hukum mereka akan melakukan langkah-langkah pembelaan.

"Dari data-data yang kami kumpulkan, baik itu berdasarkan keterangan keluarga dan hasil investigasi lapangan, untuk sementara kami menyimpulkan kemungkinan memang ada tindakan malpraktek,"Ungkap Bunyamin.

Kata Bunyamin, kejanggalan yang mereka dapati antara lain, adanya luka di kepala bayi yang persis seperti tergores benda tajam dan adanya pengakuan dari pengurus jenajah Nurli yang mendapati adanya bekas pembedahan yang tak lazim layaknya operasi caesar, yakni bentuk operasi seperti huruf T.

"Luka di kepala bayi itu seperti sayatan, tidak mungkin dan sagat janggal ada luka goresan seperti itu," ujarnya.

Selanjutnya YARA juga telah menyurati pihak RSUD untuk meminta rekam medis dari rekam medis itu kami  akan menalaah dan berkordinasi dengan tenaga ahli yang menguasai bidang medis. Setelah proses itu dilaksanakan YARA akan menentukan sikap dan memutuskan persoalan ini akan dibawa keranah hukum atau melalui mediasi.

"Kami akan segera meminta rekam medis pasiennya, nanti kami minta tim ahli mempelajarinya dulu, baru kami ambil kesimpulan,"Pungkas Bunyamin.

YARA berharap pihak Rumah Sakit bertindak kooperatif, sebab apa yang dilakukan pihaknya, selain sebagai kuasa hukum pasien juga ingin mencari kebenaran tentang isu adanya Dugaan malpraktek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil.(Wan).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.