Header Ads

Desa Dialihkan, Warga Pulo Nagan Raya Akan Surati Presiden

acehbaru.com | Nagan Raya – Warga Desa Pulo akan menyurati Mendagri dan Presiden akibat rencana Pemerintah Nagan Raya mengalihkan administrasi Pemerintahan Desa Pulo, Kec Kuala Pesisir ke  Gampong Kuala Trang. Selasa, 19 Juli 2016

Desa Pulo yang lenyap dihantam badai tsunami 2004 lalu masih tetap dipertahankan warga. Mereka menolak untuk dialihkan atau di hilangkan Gampong mereka dari peta Kabupaten Nagan Raya.  Kini warga Pulo akan menyurati presiden dan Mendagri guna Jakarta guna melaporkan sikap Pemkab setempat yang hendak meleburkan Desa mereka.

"Kami siap tumpah darah untuk membela kampung ini. Kami menilai Pemkab Nagan telah membuat kebijakan yang salah karena ingin memecah-belahkan kami yang sedang hidup rukun dan tentram," kata Hambadani, Minggu 17 Juli 2016

Hambadani bersama ratusan warga Pulo menolak kebijakan Pemkab Nagan terkait pengalihan administrasi kampungnya, mengingat warganya telah hidup rukun dan mandiri layaknya warga desa lainnya.

Sementara itu, Camat Kuala Pesisir Sutikno mengatakan, Pemkab Nagan Raya telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) guna memindahkan wilayah administerasi Desa Pulo terhadap ribuan warga yang berdomisili di Dusun Lueng Mane, Gampong Kuala Trang, mengingat warga Pulo sudah tidak memiliki tanah tempat tinggalnya akibat tsunami melanda Aceh 2004 silam.

"Pemkab sudah membuat Perbup untuk mengalihkan administrasi Desa Pulo ke Dusun Lueng Mane di Desa Kuala Trang. Karena warga Pulo berdomisili di Gampong Padang Rubek karena tanah tempat tinggal mereka hilang kena tsunami tempo dulu," katanya, Minggu (17/7).

Sutikno mengakui jika warga Pulo menolaknya namun pihaknya akan melakukan sosialisasi secara intensif guna memperoleh dukungan warga sehingga program pemerintahan berjalan dengan baik dan benar.

Sebelumnya, ratusan warga Gampong Pulo, berunjuk rasa di Kantor DPRK Nagan Raya, Kamis (14/7).

Pengunjuk rasa menolak keputusan bupati Nagan Raya terkait pemindahan wilayah administrasi Gampong Pulo ke wilayah Dusun Lueng Manee, yang berada di Gampong Kuala Trang, Kec Kuala Pesisir.

Kedua, warga menyatakan tidak setuju keputusan tersebut lantaran Gampong Pulo memiliki wilayah definitif dan memiliki batas wilayah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat.

Warga juga mendesak bupati Nagan Raya mencabut Surat Keputusan (SK) tentang pemindahan wilayah administrasi Gampong Pulo ke wilayah Dusun Lung Manee, di Gampong Kuala Trang, Kec Kuala Pesisir.

Setda Nagan Raya, Teuku Zamzami menyatakan kebijakan pemindahan administrasi Gampong Pulo untuk sementara dihentikan sementara (cooling down) guna dibahas secara bersama dengan forum pimpinan daerah setempat nantinya.

Pun begitu,  warga masih belum merasa aman, merasa masih cemas dan berharap Desanya tidak dihilangkan. (bai)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.