Header Ads

Berani Ayah Pencari Siput Di Muara Singkil

acehbaru.com | Aceh Singki-Inilah keseharian Berani (46) tahun warga Suka Damai Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, ayah beranak 4 anak itu harus berjibaku melawan air payau mencari siput, yang akan dijualnya kepengepul untuk menafkahi keluarga.

Faktor ekonomilah yang membuat Berani bersama Istrinya terpaksa bekerja sebagai pencari siput di dasar air anak laut Ketapang Indah Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu, 16 Juli 2016

Untuk bisa sampai ketujuan, ia beserta Istrinya harus berjibaku melawan arus pasang dan air yang berombak, sekitar satu jam mendayung mereka sampai keseberang anak laut, tempat siput itu berada.

"Kalau cuaca sedang bagus kami biasa pergi jam 7 pagi naik sampan keseberang anak laut, kalau pulang kadang kadang jam 5 sore, ya tergantung rezeki kalau lagi gak ada rezeki Kami pulang malam," ungkap Berani.

[caption id="attachment_30927" align="alignnone" width="681"]Berani (46) tahun warga Suka Dami Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, ayah yang punya 4 anak itu berjibaku melawan air payau mencari siput untuk menafkahi keluarga | Foto Wan/acehbaru.com Berani (46) tahun warga Suka Dami Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil, ayah beranak 4 itu berjibaku melawan air payau mencari siput guna menafkahi keluarga | Foto Wan/acehbaru.com[/caption]

Perkerjaan itu sudah ia jalani selama 2 tahun bersama Istrinya, sewaktu waktu bahaya akan terus mengancam mereka betapa tidak tempat dimana mereka mencari nafkah juga tempat binatang buas seperti buaya dan predator lainnya yang hidup disekitar anak laut itu.

Mungkin kata "takut" bagi mereka sudah hilang, semua rintangan mereka hadapi bahayapun mereka abaikan demi menafkahi keluarga tercinta.

"Kalau takut ya takut juga tapi kalau gak kerja begini mau makan apa" yang penting halal dan dimudahkan rezeki", ungkap Berani sambil mengangkat siput bersama istrinya.

Dalam sehari ia bersama iatrinya mampu mengumpulkan siput sekitar 3 sampai 5 karung, beras 50 Kg, pengepul membeli 30 000 ribu rupiah dalam satu karung.

"Satu karung Kami jual 30 000 rupiah, alhamdulillah hari ini agak banyak, Kami dapat 7 karung, biasa kalau lagi gak rezeki, cuma 3 karung" ungkap Siti Rahmah (35) tahun Istri Berani.

Ayah 4 anak itu sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Aceh Singkil, hal itu telah ia upayakan dengan membuat proposal memohon kepada Dinas Kelautan Perikanan (DKP) berupa perahu dan mesin robin.

"Kalau bantuan dari Pemerintah belum ada, saya sudah lima kali buat proposal bantuan perahu dan mesin robin tapi sampai saat ini nampaknya belum rezeki. Pungkas  Berani.

Dari hasil penyelusuran acehbaru.com siput yang dibeli pengepul selanjutnya dibawa ke Kota Padang Sumatera Barat, untuk kemudian diolah menjadi rendang siput dan beraneka makanan yang diolah dari siput.(Wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.