Header Ads

Akses ke Asrama Papua Ditutup Polisi, Mahasiswa tak bisa Akses Bahan Makanan

acehbaru.com | Yokyakarta- Penutupan akses masuk kedalam asrama Papua oleh polisi mengakibatkan sejumlah mahasiswa yang berada di dalam asrama di jalan Kamasan I, Jalan Kusumanegara, Yogyakarta tak dapat memperoleh bahan makanan. Sementara sebelumnya dilaporkan 8 orang ditangkap saat hendak keluar membeli ubi. Jumat, 15 Juli 2016

Dilansir BBC Indonesia, Kapolres Kota Yogyakarta Kombes Tommy Wibisono mengatakan tindakan "pengamanan" itu dilakukan karena ada 'keresahan di masyarakat' bahwa ada kelompok yang ingin melakukan aksi mendukung 'kemerdekaan Papua'. BACA : Polisi dan Sipil Bersenjata Bubarkan Demo Dukung Pembebasan Papua

Penangkapan, menurut Tommy, dilakukan karena beberapa orang melakukan pemukulan kepada aparat ketika ditanya kelengkapan surat kendaraan bermotor di jalan.

"Kalau mereka tuntutan merdeka kan ada aturan pidananya," katanya.

Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua, Aris Yeimo, kepada BBC Indonesia mengatakan polisi menghadang pintu depan dan pintu belakang asrama sejak pagi, sehingga sekitar 60-70 orang di dalam tidak bisa keluar.

Dia mengatakan tak mengetahui alasan pengepungan tersebut dan mengakui bahwa kejadian seperti ini sering terjadi.

"Sebulan mungkin ada 4-5 kali. Sekarang kami tidak bisa melakukan apa-apa, mau makan dan minum saja susah," katanya.

Aris mengaku Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua tidak terkait kegiatan dengan 'aksi separatis' yang dimaksud. (ira/ BBC Indonesia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.