Header Ads

Pedagang Musiman Kota Langsa Demo ‘Wagiman’

acehbaru.com | Langsa – Puluhan pedagang musiman yang menjual aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa melakukan demontrasi dipersimpangan pusat pasar. Rabu, 8 Juni 2016. Mereka memprotes sikap Walikota Langsa yang melarang berjualan di jalan menuju pusat pasar.

Demontrasi yang berlangsung dipersimpangan jalan  tersebut mengundang perhatian warga sedang berbelanja atau yang kebetulan lewat di jalan pasar memilih berhenti untuk melihat aksi puluhan pedagang musiman itu.

Kordinator aksi Khaidir dalam orasinya menyebutkan pelarangan berjualan adalah penzaliman terhadap pedagang yang sudah biasa berjualan makanan bukaan puasa setiap tahunnya.

Pedagang pasar demo wagiman-acehbaru.com (5) "Pileh lom, Wagiman (Wali Kota Gila Taman),” Teriakan beberapa pendemo

Wagiman atau Walikota Gila Taman  yang dimaksud pendemo adalah Walikota Langsa lebih mementingkan taman ketimbang kehidupan para pedagang yang mengais rezeki musiman.

Khaidir juga menyebutkan budaya berjualan makanan buka puasa sudah berpuluh puluh tahun dilakukan oleh masyarakat Kota Langsa.

“Pikirkan nasib orang kecil yang cuma mencari rezeki pada bulan ini,” Teriak Khaidir Lagi yang disambut dengan teriakan pendemo yang lain dengan kata “ Pileh Lom-Pileh Lom”

Pedagang pasar demo wagiman-acehbaru.com (3)Para pendemo selain berorasi juga membawa beberapa poster, diantaranya poster yang bertuliskan. Qanun nomor 2 tahun 2014 yang membolehkan pedagang berjualan dibadan jalan karena hari besar, seperti bulan ramadhan, Wagiman mana hati nuranimu, Pileh Lom (pilih lagi)

Setelah lebih kurang setengah jam, akhirnya para pendemo membubarkan diri.

acehbaru.com mendapatkan isi Qanun (Perda) Kota Langsa  Nomor 2 tahun 2014 tentang ketertiban umum yang dimaksudkan para pendemo.

Dalam Qanun tersebut, di BAB XI TERTIB PASAR pada Pasal 24 menyebutkan (1) Setiap orang dan badan yang melakukan kegiatan di pasar dilarang :berjualan di trotoar dan badan jalan;berjualan di emperan toko dan lorong/gang yang dapat menghalangi pejalan kaki; dan
meninggalkan sampah secara berserakan.
(2)Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) huruf a dan huruf b dapat dikecualikan untuk hari-hari besar Islam dengan persetujuan Walikota (lia/mus)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.