Header Ads

Harga Daging Sapi Di Kota Langsa Meroket

acehbaru.com | Langsa- Harga daging sapi di Kota Langsa saat Meugang  meroket sejak pagi hingga tengah hari masih berada pada kisaran Rp. 140.000,-s/d Rp. 150.000,- per Kg. Minggu, 6 Mei 2016

Seperti yang di ungkapkan Jafar pemilik warkop di Kota Langsa kepada wartawan, ia mengatakan “apa yang terjadi hari ini jangan salahkan siapa- siapa, masyarakat Kota Langsa sendiri yang bersalah,” kata Jafar.

Menurutnya setiap lima tahun sekali Undang- undang telah menyediakan kesempatan bagi kita semua untuk mencoba melakukan perubahan nasib melalui Pilkada. Jika hari ini kita mengalami senang atau susah, tentu yang bersalah kita sendiri artinya salah pilih Kepala Daerah,”ujar Jafar.

Di tempat terpisah salah seorang pedagang daging sapi dengan panggilan akrab Wak Don (52) telah menekuni profesinya ini sejak usia 15 tahun, selama 37 tahun dirinya sebagai pedagang daging sapi di Kota Langsa.

Pedagang PasarDikatakannya, harapan semua pedagang pasti prinsipnya sama yaitu ingin menggaet konsumen sebanyak- banyaknya, artinya apa . . . . jika harga barang dagangannya stabil, tentu konsumennya juga turut merasa senang, “sebut Wak Don.

Akan tetapi seperti kami- kami ini mau berbuat apa? Sekitar 5 tahun yang lalu sambung Wak Don yaitu di tahun 2011 hubungan sapi import dari Australia ke Indonesia sangat lancar.

Pangkalan sapi import untuk Pulau Jawa terpusat di NTB dan untuk Sumatera pangkalannya di Lampung. Sehingga tidak pernah terjadi kelangkaan sapi pada waktu itu, namun sekarang apa yang terjadi . . . . ?

M. Jafar Warga Kota Langsa -Lebih jauh Wak Don mengatakan, keberadaan sapi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen pasalnya budaya masyarakat Aceh tidak suka mengkonsumsi daging beku, sehingga hal ini juga menjadi salah satu faktor yang sangat sulit upaya untuk menekan lonjakan pasar.

Kebijakan untuk menekan lonjakan pasar adalah merupakan wewenang Pemerintah Daerah, melalui Dinas Koperasi dan Perdagangan (Disperindag) bergandeng tangan dengan Bulog Kota Langsa, karena mereka punya power untuk hal tersebut, tambah Wak Don.

Biasanya setiap menjelang Ramadhan, pihak Dinas terkait ada melakukan operasi pasar, tetapi saat ini belum terlihat kebijakan tersebut dilakukan, “kata Wak Don.

Bukan hanya itu, harga dari jenis bahan pokok lainnya juga ikut melambung seperti :

  1. Beras berkualitas tinggi yang biasanya Rp. 135.000, kini Rp. 145.000,- pe zak.

  2. Gula pasir yang biasanya Rp. 13.000,- sekarang Rp. 16.000,- per Kg.

  3. Minyak makan curah tetap Rp. 12.000,- per Kg.

  4. Tomat masih harga Rp. 8.000,- per Kg.

  5. Cabe merah dengan harga Rp. 32.000,- per Kg.

  6. Bawang Merah Jawa Rp. 40.000,- per Kg.

  7. Kentang dengan harga Rp. 12.000,- per Kg.


Yang sangat disayangkan ketika wartawan ingin melakukan konfirmasi dengan Disperindag beserta Bulog selalu didalam keadaan gagal dan sulit untuk dihubungi.

Hal ini menunjukkan bahwa Koperindag dan Bulog Kota Langsa tak berdaya untuk memberikan sesuatu yang dapat meringankan beban masyarakat Kota Langsa. (jim)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.