Header Ads

Diresmikan PLTG Lhokseumawe, Solusi Mati Hidup Listrik di Aceh?

acehbaru.com | Lhokseumawe - Presiden Jokowi resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 184 MW di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis, 2 Juni 2016.

Presiden menyebutkan pembangunan tersebut adalah bagian dari menjawab persoalan kelistrikan yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia.

Kondisi listrik di Aceh yang berlakangan ini antara nyala dan padam itu melahirkan sumpah serapah kepada PLN dan sudah dinilai bentuk ketidakberdayaan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan penerangan untuk kebutuhan rakyat, terutama sasarannya untuk pemerintahan daerah Aceh.

Lebih lagi di Kota Banda Aceh, walaupun berbagai keanggunan dan kata sejuk yang dipaparkan Walikota Illiza Saaduddin Jamal tak membuat hati masyarakat tersiram dengan panasnya kemarahan karena listrik hampir tiap hari padam, khususnya saat -saat jam kebutuhan masyarakat seperti kala maggrib.

Bagaimana setelah peresmian PLTG?

"PLTMG ini memasok lebih dari 50 persen kebutuhan daya listrik di Provinsi Aceh," kata Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pengoperasian PLTMG Arun oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis, 2 Juni 2016.

Pembangkit yang berlokasi di Kompleks PT Arun NGL, Jalan Raya Medan-Banda Aceh Gate 53, Kota Lhokseumawe dibangun dengan investasi Rp1,4 triliun sejak 30 Juni 2014.

PLTMG yang dioperasikan anak perusahaan PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), merupakan wujud sinergi BUMN yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pelaksana proyek dan PT Perta Arun Gas, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), selaku pemasok gas.

Mesin gas dipasok Wartsila Finland, generator oleh ABB, dan "main transformer" dari Hyundai.

Saat ini, daya mampu di Aceh mencapai 384 MW, sementara beban puncak tercatat 340 MW atau terdapat cadangan 44 MW.

Daya mampu tersebut berasal dari PLTMG Arun 184 MW, PLTU Nagan Raya 180 MW, dan PLTD Luengbata 20 MW.

Sofyan juga mengatakan, dalam program 35.000 MW, Sumatera memperoleh porsi 8.700 MW, yang terdiri atas bagian PLN sebesar 1.100 MW dan swasta (independent power producer/IPP) 7.600 MW.

Selain itu, diperlukan pembangunan transmisi sepanjang 1.900 km sirkuit dan gardu induk dengan kapasitas 32.000 MVA di 398 lokasi di Sumatera. (lia/antara)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.