Header Ads

Dala’il Malam Puasa, Eh Tersiar Kabar Dilarang Tadarrus

acehbaru.com  | Aceh Timur-  Bahaya ! kesalahan informasi dapat menyebabkan fatal, apalagi bila ada warga yang sengaja atau secara tidak sadar menyebarkan informasi yang terbalik dari sebenarnya. Eh dikomentari soal aktivitas dalail yang biasa di bulan Ramadhan, malah tersebar Isu keluar dilarang Tadarrus.

Kesalahan informasi dapat menyebabkan fatal. Bagi yang mendengar ada pelarangan tadarrus, pasti ada yang beranggapan aliran apa itu, hingga tadarrus di bulan puasa dilarang? BACA JUGA : Warga Rantoe Panyang Selesaikan Isu Larangan Tadarrus

Gara-gara soalan ini Rabu, 15 Juni 2016 malam usai tarawih, warga Gampong Rantoe Panyang Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten  Aceh Timur beserta muspika dan MUI duduk di Mesjid setempat untuk menyelesaikan isu pelarangan Tadarrus di malam Ramadhan.

"Dalam pertemuan itu terungkap bahwa bukan Tadarrus yang dilarang, tetapi mereka cuma bilang bahwa seumur-umur mereka tak pernah melihat orang Dala'il di malam Ramadhan," Ujar seorang sumber acehbaru.com

Sumber menyebutkan, tiga orang tua dan satu pemuda yang terlibat pada malam itu menyebutkan tak pernah melarang Tadarrus, tetapi cuma berpendapat terhadap aktivitas Dala'il yang terjadi di Mesjid pada malam itu. Bahwa sejak lama tak pernah Dala'il dilaksanakan pada malam bulan puasa, tetapi pada malam bulan puasa sudah biasa digelar adalah Tadarrus.

"Mereka tidak menyatakan tidak boleh tadarrus, tetapi berpendapat, Dala'il yang sedang berlangsung malam itu, tidak biasanya terjadi. Biasanya malam puasa ya tadarrus, jadi bukan seperti isu bahwa pelarangan Tadarrus" Tambah sumber tersebut.

Isu yang tidak jelas dan  berkembang sebelumnya bahwa tiga orang warga setempat melarang aktivitas tadarrus yang berlangsung di Mesjid setempat. Pelarangan ini menimbulkan reaksi dari masyarakat, untuk menghindari amukan warga, ketiga warga tersebut diamankan oleh otoritas Polsek setempat.

"Taunya berpendapat soal pelaksanaan Dala'il di malam puasa, bukan dilarang tadarrus, bahaya that info," Ujar Rusli seorang warga Bayeun. (Ira/Mil)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.