Header Ads

Asosiasi Geuchik Sesalkan Sikap Walikota Langsa Pecat Geuchik Sukajadi Makmur

acehbaru.com | Langsa – Asosiasi Geuchik Kota Langsa (APGALA) menyelesalkan sikap Walikota Langsa yang melakukan pemecatan terhadap Heri Setiawan Geuchik Gampong Sukajadi Makmur (Troem). Pemecatan itu dinilai sangat tendensius dan diduga terlibat pihak kecamatan.

“Pemberhentian Geuchik Sukajadi Makmur atau sering disebut Gampong Trom tidak memenuhi syarat hukum, masak berdasarkan usulan sekelompok orang langsung ditanggapi, dan tanpa dilakukan teguran serta pemanggilan langsung dilakukan pemberhentian,” Ujar Yahya Husein Ketua Asosiasi Geuchik Langsa

Dia menambahkan persoalan yang terjadi di Gampong Sukajadi Makmur (Troem) bukan persoalan rumit dan tidak terkait dengan persoalan hukum atau ada keputusan pengadilan.

Tetapi persoalan yang terjadi hanya berdasarkan usulan beberapa orang yang diduga penuh kepentingan untuk menjatuhkan Geuchik.  Bahkan Geuchik tidak pernah di panggil oleh pihak Kecamatan untuk dipertanyakan, hingga persoalan berlarut dan akhirnya sebuah keputusan sangat merugikan satu pihak

Seharusnya pemerintah Kota Langsa dapat melakukan chek and ricek persoalan tersebut dengan berimbang tanpa memihak kepada kelompok manapun di Gampong. Karena Geuchik Heri Setiawan telah mengeluhkan berbagai hal terkait persoalan yang terjadi di Gampong kepada Pemko Langsa,   baik persolaan Gampong maupun persoalan yang terjadi antara dirinya dengan pihak kecamatan, tapi itu tak pernah mendapat tanggapan.

“Ditanggapi dengan pemberhentian, dan langsung diputuskan untuk melantik Geuchik Plt, disini nampak sekali Pemko Langsa tidak bijaksana dalam menanggapi persoalan Gampong,seharusnya dalam memberhentikan harus melalui mekanisme dan aturan yang berlaku,”Tambah Yahya

acehbaru.com juga menemukan Dokumen surat yang dikirim oleh Geuchik Gampong Sukajadi Makmur (Troem) kepada Walikota Langsa  tertanggal 16 Maret 2016 .

Dalam surat tersebut Geuchik memaparkan bahwa hasil rapat tanggal 28 Desember 2015 bahwa Persoalan di Gampong Sukajadi Makmur akan dicarikan solusi dan Muspika akan memanggil Geuchik, namun lebih dua bulan Geuchik Heri Setiawan tak dipanggil oleh muspika hingga persoalan terbiarkan begitu saja.

Kemudian dalam surat ini, Geuchik Sukajadi Makmur juga mengeluhkan kepada Walikota Langsa soal tindakan Camat Langsa Baro  yang menghambat alokasi Anggaran Dana Gampong (ADG) tahun 2015, padahal laporan pertanggungjawaban tahap pertama telah lama di pertanggungjawabkan.

Kemudian Geuchik Desa Sukajadi Makmur juga mempertanyakan tentang penahanan dana desa terkait usulan Program Prona tahun 2016, akibatnya hingga maret 2016 tak ada realisasi, karena itu seluruh program Gampong Serbajadi Makmur terbengkalai.

Dan  Geuchik Desa Sukajadi Makmur juga mengeluhkan kepada Walikota soal dana operasional (OP) raskin dan dana operasinal kenderaan Dinas Geuchik tahun 2015 yang tidak diserahkan Camat kepada Geuchik, sementara laporan telah disampaikan ke DPKA Kota Langsa. Dan Geuchik menduga dalam kasus itu terjadi pemalsuan dokumen yang dilakukan Camat setempat.  (lia/Mus)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.