Header Ads

Sie Kameng, Penghujung Acara May Day AJI Langsa

acehbaru.com | Langsa - Aksi memperingati momen hari buruh sedunia biasanya digelar serangkaian aksi turun kejalan dengan dilengkapi berbagai peralatan aksi demontrasi hingga melontarkan pernyataan sikap.

Aji langsa-mayday 2Berbeda dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Langsa, mereka menggelar diskusi membedah kondisi Jurnalis yang bekerja di tiga kabupaten/kota tersebut

Dalam diskusi yang diikuti pekerja pers lintas media dikantor AJI Kota Langsa di Jalan Sudirman Loring Petua Blang Paseh, Minggu, 1 Mei 2016, terungkap bahwa dari dua ratusan pekerja media di 3 Kabupaten/Kota, (Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang) hanya 30 persen yang menerima gaji dari perusahaan medianya, tanpa asuransi kesehatan dan jaminan sosial lainnya.

Aji Langsa-mayday-3“Kita maunya digaji perbulan, jangan dibayar perberita, dan disediakan asuransi,” ungkap Said Maulana yang selama ini bekerja sebagai kontributor TVRI

Meski sudah terungkap 70% jurnalis diwilayah kerja AJI Kota Langsa tidak menerima gaji dari perusahaan, bukan suatu pembenaran untuk melakukan pelanggaran, termasuk melakukan transaksi tertentu hingga dampaknya tertutupnya informasi kepada publik. Cara-cara demikian dapat melunturkan ruh-ruh jurnalis itu sendiri.

Myaday Aji Kota LangsaDalam pertemuan tersebut peserta diskusi juga mendiskusikan soal suatu hal yang penting bagi jurnalis untuk bersolidaritas dan berserikat, kekuatan solidaritas bagian terpenting dalam menjawab  segala persoalan yang dimiliki jurnalis.

Pengekangan kebebasan pers dalam mengakses informasi dan menyebarluaskan informasi ke publik, muncul dalam diskusi hari kedua Senin, 2 Mei 2016, siang.

Pengekangan dan pembungkaman masih membayangi jurnalis diwilayah ini. Akses informasi ke lembaga publik masih ada yang terhalang. Kejadian terbaru, seorang jurnalis Radio hendak meliput sosialisasi soal pajak yang diselenggarakan oleh lembaga pengutip pajak pemerintah itu.

Tak mendapat akses yang baik. Malah panitia berseragam PNS disana melarang diliput, alasan mereka karena telah memilih salah satu media yang liput. "Sudah bang, karena sudah diliput media itu....".

Fakta ini dapat dinilai berbagai sisi. Satu sisi yang melarang tidak mengerti tentang kerja jurnalistik atau kewartawanan, sisi kedua bisa jadi si pejabat ini sudah termakan blok yang dilakukan oknum wartawan yang pertama dikenalinya. Apalagi si oknum menganut prinsip 'raja sanggup'.

"Senyuman sssiit, bisikan, "Bahwa dengan saya sendiri dapat saya beritakan dari langit satu hingga langit ke-tujuh", mungkin itulah awal kesesatan yang anut si bapak itu. Hingga dia berkesimpulan untuk acara tersebut cukup memberikan informasi kepada  'Raja Sanggup' karena jagoan itu telah "Peunyata droe" sanggup  menyiarkan dari langit satu hingga langit tujuh.

Sikap-sikap demikian juga dapat diasumsikan,  oknum tersebut  secara tidak sadar telah melibatkan diri sebagai humas lembaga tersebut. Bila  ‘Kesanggupan’ itu hanya disampaikan unruk tujuan mendapatkan ini dan itu. Tapi kemudian berita tak tersiar seperti di janjikan Raja Sanggop. Maka ia juga telah menambahkan diri sebagai penghambat informasi publik.

Sikap demikian jelas melanggar Pasal 19 DUHAM dan Pasal 28F Undang-undang Dasar 1945 yang isinya warga negara dijamin untuk memperoleh informasi dan hak untuk menyebarluaskan informasi atau berekspresi.

[caption id="attachment_29945" align="alignleft" width="278"]Seorang anggota Aji Langsa, Senin, 1 Mei 2016 sedang mempersiapkan daging kambing untuk penyambutan Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2016 yang jatuh pada Selasa, 3 Mei 2016 Seorang anggota Aji Langsa, Senin, 1 Mei 2016 sedang mempersiapkan daging kambing untuk penyambutan Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2016 yang jatuh pada Selasa, 3 Mei 2016[/caption]

Akhir diskusi lintas media tersebut diakhiri dengan santap Kari Kambing bersama sebagai kemeriahan menyambut, Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day 2016 (WPFD 2016). (bhn)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.