Header Ads

Ketua Dekranasda Kerajinan Harus Mampu Wujudkan Desa Produktif

acehbaru.com | Banda Aceh - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah, Niazah A Hamid, mengatakan Dekranasda Aceh telah melakukan berbagai upaya pembinaan untuk menumbuhkembangkan industri kerajinan melalui berbagai program yang berkesinambungan. Salah satunya, dengan mencetuskan progam desa kerajinan di tiap-tiap daerah.


"Kita perlu mendorong agar usaha kerajinan di desa itu terus berkembang, sehingga desa itu mampu menjadi desa produktif," kata Niazah saat membuka rapat koordinasi Dekranasda Kabupaten/Kota Se-Aceh di Anjong Mon Mata, Rabu 11 Mei 2016


Ummi Niazah – sapaanya, menjelaskan, desa produktif  adalah desa yang masyarakatnya memiliki kemauan dan kemampuan memanfaatkan secara kreatif dan inovatif seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki. Dengan semakin produktifnya masyarakat di desa itu, lanjut Niazah, akan menciptakan kesempatan kerja baru yang dapat mencegah terjadinya urbanisasi dari desa ke kota.


Untuk mencapai sasaran tersebut, kata Niazah, Dekranasda perlu mengkaji  kembali program-program yang perlu dikembangkan ke depan sehingga upaya kita menghadirkan desa perajin dan desa produktif dapat tercapai.

Ummi Niazah menyampaikan bahwa Dekranasda Aceh telah melakukan pembinaan terhadap sejumlah desa pengrajin selama 5 tahun berturut-turut melalui berbagai kegiatan pelatihan yang telah berjalan.

Kegiatan itu menurutnya cukup berhasil menumbuhkembangkan kelompok-kelompok pengrajin di tingkat desa, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil kerajinan desa.

"Berbagai langkah dan upaya perlu kita bahas bersama agar program di desa-desa binaan dapat semakin dikembangkan lagi agar masyarakat semakin mahir dan produktif dalam menghasilkan kerajinan desa," ujar Niazah.


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ir. Arifin Hamid, dalam pemaparannya mengatakan, Pemerintah Aceh memberikan perhatian yang cukup besar terhadap peningkatan usaha kerajinan di Aceh dan mengarahkan masyarakat untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas.


Rapat koordinasi tersebut kata Arifin,  untuk menyatukan pandangan dan mensinergikan  program-program Dekranas di kabupaten/kota dan provinsi serta mengoptimalkan berbagai program Dekranada di seluruh Aceh.


"kita perlu masukan dari berbagai daerah untuk memajukan para perajin dan memanfaatkan peluang yang ada di Aceh," kata Arifin.


Arifin menyebutkan, beberapa program prioritas Dekranasda Aceh tahun 2016 antara lain; Program Desa Kerajinan; Pengembangan Batik Motof Aceh dan tenun ATBM; Pengembangan Produk dan Pengembangan Usaha Kerajinan dan Dekranas Award


"Kita harap langkah yang dirancang Dekranasda nantinya mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, sehingga dalam pelaksanaannya program ini berjalan dengan baik," kata Arifin.


Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh peserta dari  Kabupaten/Kota se-Aceh. Acara tersebut turut menghadirkan narasumber, Ir. Arifin Hamid, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Mulyadi, S.Pd, MM, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh. (rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.