Header Ads

Gubernur Canangkan Program ‘Kampanye Kanker Darah’

acehbaru.com | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Thalassemia se-Dunia tahun 2016, Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, mencanangkan program Kampanye untuk Thalassemia atau Thalassemia Campaign.

Kegiatan yang dipusatkan di Anjong Mon Mata ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Keluarga besar Komunitas Darah untuk Aceh, Pengurus Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia-Aceh, Ketua Palang Merah Indonesia–wilayah Aceh, serta sejumlah relawan, Minggu, 8 Mei 2016.

“Pada hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Thalassemia se-Dunia, secara resmi saya mencanangan hadirnya Gerakan Thallassemia Campaign atau Kampanye untuk meringankan beban penderita Thalassemia di Aceh. Saya menghimbau seluruh masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendukung gerakan ini,” ujar Gubernur.

Untuk diketahui bersama, Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan kerusakan pada sel darah sehingga menyebabkan penderita mengalami gejala anemia atau kekurangan darah.

“Bahkan, untuk penderita thalassemia yang bersifat berat, biasanya penangananya dilakukan dengan transfusi darah seumur hidup. Thalassemia bersifat genetik, sehingga perlu langkah bijaksana dan sikap yang telaten dalam menanganinya,” tambah pria yang akrab disapa Doto Zaini itu.

ThalassemiaGubernur menjelaskan, Diperkirakan ada 6 sampai 10 persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat Thalassemia. Angka tersebut mungkin saja lebih besar karena masih ada penduduk pembawa sifat thalassemia yang tidak terdeteksi, terutama yang tinggal di pedesaan.

Belum terdeteksinya seluruh pembawa sifat Thalassemia ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya anak-anak yang lahir dengan menyandang Thalassemia. Doto Zaini meyakini, jika tidak ditangani sejak dini, dari tahun ke tahun jumlah penderita penyakit ini dapat terus bertambah.

“Indikasi itu sudah terbukti di Aceh. Tahun 2013, jumlah penyandang Thalassemia di daerah ini sebanyak 180 orang, tapi pada tahun 2014 bertambah menjadi 255 orang. Kebanyakan dari mereka berusia antara 2 sampai 5 tahun dengan latar belakang keluarga berbeda-beda,” ungkap Doto Zaini.

Gubernur menjelaskan, penyebaran Thalassemia terdapat hampir di seluruh wilayah Aceh. Doto Zaini meyakini, sejauh ini penangannya tetap dilakukan secara medis, meski barangkali ada juga keluarga yang melakukan dengan cara-cara tradisional.

“Hingga saat ini belum ada formula terbaru tentang pola penanganan yang efektif terhadap Thalassemia. Oleh karena itu saya berharap para ahli kesehatan di tanah air dapat menemukan cara yang lebih efektif untuk menangani Thalassemia.”

Namun, Gubernur berpesan agar masyarakat tetap mengedepankan langkah-langkah pencegahan karena hal ini merupakan jalan terbaik agar tidak banyak lagi anak Aceh yang dilahirkan sebagai penyandang thalassemia.

“Salah satunya adalah dengan mendorong masyarakat agar paham dan mengerti tentang penyakit ini. Karena seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati,” pesan Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara itu. (rilis)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.