Header Ads

Bapak, Anak dan Adik Dihukum karena Korupsi, Ini Susunan Pengurus Yayasan CD

acehbaru.com | Jakarta - Satu keluarga besar di Aceh membuat yayasan keluarga. Bermodal proposal proyek, Yayasan Cakra Donya (YCD) itu mendapatkan dana hibah Rp 1 miliar. Selidik punya selidik, penggelontoran dana itu bermasalah.

"Saya sebagai Sekretaris Yayasan Cakra Donya dan dicantumkan dalam akte perubahan pendirian tahun 2010," kata Maghfirah Umri Radli.

Hal itu tertuang dalam salinan putusan Pengadilan Tipikor Banda Aceh yang dikutip detikcom, Rabu (18/5/2016). Berikut susunan Yayasan Cakra Donya:

Tujuan Yayasan Kegiatan di bidang sosial kemasyarakatan.Pendiri Yayasan Cakra Donya (YCD) Dasni Yizar yang juga Sekda Lhokseumawe.

Ketua Yayasan Cakra Donya (YCD) Amir Nizam alias adik Dasni. Pada 2010, Reza Maulana menjabat sebagai Ketua Yayasan.

Sekretaris Yayasan Cakra Donya (YCD) Reza Maulana yang juga anak Dasni. Ia digantikan oleh adiknya, Maghfirah pada 2010.

Bendahara Yayasan Yasmarita yang juga istri Dasni alias ibunda dari Reza dan Maghfirah.

"Yayasan Cakra Donya sebenarnya yayasan keluarga Dasni Yuzar," kata Yasmarita mengakui.

Sang anak berkeinginan membangun sirkuit balap dan mencari akal untuk mendapatkan dana pembangunan. Bermodal proposal yayasan keluarga itu, mengucurlah dana hibah Rp 1 miliar dari pemerintah Aceh ke rekening yayasan keluarga itu pada 2010. Semua atas lobi Dasni yang menjabat sebagai Sekda. Tujuan awalnya adalah untuk membangun sirkuit balap tapi uang itu juga dipakai untuk:

1. Membayar utang pribadi Dasni sebesar Rp 100 juta.
2. Membeli kain sarung Rp 200 juta.
3. Membayar pembelian sisa tanah Rp 175 juta.
4. Membeli alat berat Rp 125 juta.
5. Pengerjaan land clearing Rp 400 juta.

Belakangan terungkap pengucuran itu melanggar Pasal 25 ayat 3 dan ayat 4 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan UU tentang Yayasan. Jaksa membawa mereka ke pengadilan.

Pada 19 Juni 2015, Pengadilan Tipikor Banda Aceh memutus bebas ketiganya. Atas putusan itu, jaksa tidak terima dan mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Mengabulkan kasasi jaksa," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Rabu (18/5/2016).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis hakim agung Syarifuddin dengan anggota Abdul Latif dan Syamsul Rakan Chaniago serta panitera pengganti Santhos Wahjoe Prijambodo. Adapun untuk perkara Amir dan Reza diadili oleh ketua majelis hakim agung Syarifuddin dengan anggota Abdul Latif dan Syamsul Rakan Chaniago serta panitera pengganti Santhos Wahjoe Prijambodo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, berikut hukuman yang dijatuhkan kepada ketiganya:

1. Dasni Yuzar dihukum 5 tahun penjara.
2. Reza Maulana dihukum 4 tahun penjara. Reza juga dihukum membayar uang pengganti Rp 1 miliar, subsidair 2 tahun penjara.
3. Amir Nizam dihukum 4 tahun penjara.

Adapun Yasmarita (ibu) dan Maghfirah (anak perempuan) tidak dijadikan tersangka oleh jaksa. (Fiq | Detik.com )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.