Header Ads

Terkait Kematian Kernet, Warga Alu Dua Minta PLN Ganti Kabel

acehbaru.com | Bireuen - Pasca  meninggalnya Taufik Hamid ( 22 ) kernet tronton BK 8693 AE asal Reusep pada Kamis 7 April 2016 lalu yang  diduga akibat konslet kabel di jalan kawasan desa Alu Dua Kecamatan Makmur, warga minta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menperbaiki jaringan kabel  mulai dari pusat Kecamatan Ulee Gle hingga desa Bate Dabai.

Diduga Tersengat Kabel Listrik, Kernet Tronton Meninggal


Kepala Desa Alue Dua Muhammad Adam kepada wartawan acehbaru.com Sabtu 9 April 2016 mengatakan ,kabel listrik yang ada di sepanjang jalan daerahnya sudah terlalu rendah, sehingga setiap mobil jenis truk masuk mengambil barang selalu bersenggolan dengan kabel .
" saya sudah pernah sampaikan kepada petugas PLN untuk menaikkan kabel yang rendah, tapi tidak ada tanggapan serius sampai hari ini," ujar kades

Kekhawatiran kades terhadap kabel listrik yang diduga pemicu kematian kernet juga dialami warganya .
M.Yasin  salah seorang warga kepada wartawan menjelaskan, kondisi kabel listrik didaerah pedalaman sering luput dari perhatian PLN, sehingga kalau tiap hari kabel mengenai pet ( knopi) truk yang lewat pasti terluka.

" Meunyo tiep uro keunong ngon pet moto truk, pasti talo listrek luka," kata Tgk M.Yasin

Tidak hanya di jalan utama saja bentangan kabel bermasalah juga didapati diwilayah selatan desa tersebut tepatnya dekat waduk , disana kabel listrik ada yang terkelupas bahkan ada yang jatuh ditutupi ilalang,

"Di dekat Neuheun ( waduk ) bang ada yang luka dan kabelpun sudah tutupi ilalang, ini cukup fatal bagi keselamatan warga desa kami," ungkap Anwar

Pantauan wartawan dilokasi, keberadaan kabel listrik mulai dari simpang Leubu hingga tempat kejadian desa Alue Dua  dan kawasan lainnya di Makmur tergolong rendah dan ini mengakibatkan truk yang melewati harus ekstra hati- hati.

Sekedar diketahui  menurut data acehbaru.com kecelakaan konslet listrik seperti ini di juga pernah terjadi beberapa tahun lalu yang menimpa operator Beco,  pertama di desa Blang Mane dan yang Kedua di Desa Ulee Gle.

Oleh karena itu warga berharap kepada PLN agar serius menyikapi dan bertanggung  hal tersebut, supaya kedepan tidak ada lagi nyawa melayang akibat tersangkut kabel listrik. (sal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.