Header Ads

Ricuh Seperti Di Hongkong, "Allahu Akbar Beoet Jaroe Mandum"

acehbaru.com - Ricuh Partai Aceh saat rapat ban Sigom Aceh beberapa waktu lalu bertambah lagi warna politik jelang pilkada Aceh 2017. Kejadian itu kata tetangga sebelah dipicu gara-gara ada keinginan dari kalangan Partai Aceh sendiri yang menjadi wakil Mualem saat pencalonan  nanti.

Sejak muncul ke permukaan Mualem hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh memang belum ada calon pasti siapa yang bakal mendampinginya. Walaupun semula sempat digadang-gadang T.A Khalidlah yang dipilih karena nostalgia Partai Aceh dan Gerindra pada Pilkada 2012 lalu,  itupun belum jelas.

Kehadiran Mualem dan berfose salam Komando dengan Bupati Aceh Tengah Nasruddin, tidak ada yang jamin juga Mualem akan memilih tokoh jalur tengah ini sebagai Wakil.

Partai Aceh semakin hari semakin berubah, tradisi menyangkut harapan kepada dunia internasional seperti saban hari terdengar sebelumnya kini mulai hilang. Begitu juga ungkapan kata yang agak bersinggungan dengan heroiknya perjuangan juga sudah jarang. Kini sedang kemelud dalam Partai.

Semenjak ketokohan mulai pudar dan Peunutoh mulai hilang maknitnya dianggap sebagai satu kontribusi kericuhan yang berlangsung saat musyawarah Partai Aceh di Hotel Grand Aceh, Banda Aceh, Minggu 10 April 2016

Tersangkutnya ‘jasa politik’ dengan golongan lain membuat Partai Aceh tidak leluasa menentukan siapa pasangan Mualem. Padahal secara perolehan kursi di DPRA Partai Aceh dapat melaju sendiri untuk mengusung calon Gubernur dan Wakil Gubernur.   Tapi itu tak membuat mereka leluasa, dan tak pede,  Kenapa?

Polemik baru menghantui Partai mantan pejuang kemerdekaan itu, ketidak jelasan siapa yang akan mendampingi Mualem menimbulkan munculnya keinginan kalangan dalam Partai Aceh untuk menjadi wakilnya. Wajar saja terjadi,  karena sejak lahirnya negeri ini nyaris tak ada yang mengeluh bahwa menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur itu  tidak enak. Itu memang kursi dambaan.

Walaupun kata Mualem dalam keterangan Pers kejadian itu dipicu kesalahfahaman antara pengurus DPW dan panitia acara. Dan menurutnya kejadian itu adalah kejadian biasa dan terjadi di semua negara, seperti di Hongkong, lempar melempar. “Biasalah”. Tapi intinya, dengan secepat kilat saya turun sendiri serta wakil. “Semuanya sudah clear dan tidak ada masalah lagi,” Kata Mualem

Tapi insiden tersebut memang benar –benar memberi warna lain dalam perpolitikan Aceh 2017, walaupun dalam rangkaian prosesi Pilkada sebelumnya kalangan mantan combatan selalu saja diwarnai perbedaan hingga kemudian berakhir pecah kongsi.

Pun begitu kejadian dalam musyawarah Minggu lalu itu setidaknya menunjukkan sebuah keretakan baru ditubuh Partai Aceh, hingga pada ujungnya sebuah selebrasi dilakukan, mungkin dengan harapan untuk menghilangkan kebuntuan agar kekompakan dapat kembali.Dalam selebrasi tersebut Tengku Zulkarnain Hamzah meneriakan  “Allahu Akbar” Namun tak langsung di ikuti, akhirnya Tengku Ni memberi komando kembali “Bet Jaroe Mandum”. “Allahu Akbar”. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.