Header Ads

PAMHUT KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu ilegal berkelas

acehbaru.com | Kuala Simpang– Petugas pengamanan hutan (Pamhut)  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Langsa menangkap 13 rakit yang berisikan kayu kelas dilintasan Sungai Tamiang di Desa Peurupuk Kecamatan Bandar Pusaka. Minggu, 3 April 2016

[caption id="attachment_29514" align="alignnone" width="704"]Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 3 April 2016 | Foto acehbaru.com Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 2 April 2016 | Foto acehbaru.com[/caption]

Kayu tersebut ditangkap oleh 17 anggota pamhut yang sudah melakukan pengintaian sejak Jumat, 1 April 2016 dan baru subuh Sabtu, 2 April 2016 mereka memergoki pembalak liar yang sedang menurunkan 13 kepingan rakit yang berisikan 200 potong kayu dan 48 potong merbau olahan diduga bertujuan kawasan tempat pengolahan kayu dikawasan pusat Kota Kuala simpang.

Yurdi, S.Hut Staff Bagian Pengelolaan Hutan (BPH) Aceh Tamiang kepada wartawan mengatakan kayu tersebut ditangkap karena tidak bisa menunjukkan dokumen sah. “kayu kita sita, dan kita angkut ke kantor KPH,” Ujar Yurdi.

[caption id="attachment_29512" align="alignnone" width="704"]Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 3 April 2016 | Foto acehbaru.com Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 2 April 2016 | Foto acehbaru.com[/caption]

[caption id="attachment_29513" align="alignnone" width="704"]Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 3 April 2016 | Foto acehbaru.com Pamhut KPH III Langsa tangkap 13 rakit kayu berkelas, Sabtu 2 April 2016 | Foto acehbaru.com[/caption]

Dalam penangkapan kayu ilegal tersebut baik Pamhut maupun Polhut yang juga diback up anggota polisi itu baru menyita barang bukti temuan. Sementara dugaan pelaku yang disinyalir sudah diketahui siapa orangnya, baik oleh Pamhut maupun Yurdi sendiri sepertinya tidak ditindak.

“Pelaku tidak ada, yang kita tangkap hanya barang bukti,” Tambah Yurdi

Di kesempatan yang sama  Yurdi sempat mengisahkan kayu tersebut berasal dari kawasan Bidari dari lahan 28 hektar yang sudah keluar izin Kehutanan propinsi, namun faktanya  saat ditangkap pelaku tak dapat menunjukkan dokumen sah.

Bila membandingkan keterangan diatas sepertinya KPH Wilayah Langsa tak mau ribet-ribet untuk melakukan pelaporan kepada polisi agar dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap siapa pemilik kayu tersebut.

Buktinya satu keterangan ia menyebutkan “tidak ada pemiliknya” Disisi yang lain Yurdi punya cerita panjang berkaitan dengan aktivitas kayu Ilegal ini. Ada Apa ? (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.