Header Ads

LBH Harapkan Hakim Vonis Berat Pembakar Bocah Ayu

acehbaru.com | Bireuen –  Tim LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe  mengharapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen mmvonis hukuman berat terhadap terdakwa pembakar bocah prempuan Ayu Zahara di Desa Pandrah Janeng pada bulan September 2015 lalu

Fauzan dari LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Jumat, 1 April 2015  mengatakan sidang kasus pembunuhan Almr Ayu Azhara (6)  pada Kamis 31 Maret 2016, dipimpin Fauzi, S.H., M.H, terdakwa Kamariah dan Muktar Ibrahim dalam agenda agenda Pembacaan Tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Menurut LBH menilai bahwa unsur-unsur Pasal 80 ayat (3) Undang-undang No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak telah terpenuhi, yang mana Pasal ini melarang perbuatan yang diatur dalam pasal 76C yaitu “ Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak”.

Jaksa Penuntut Umum juga berpendapat bahwa Terdakwa Kamarian dan Muktar Ibrahim telah memenuhi unsur atau terbukti  melanggar Undang-undang No. 35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat (3) sehingga JPU menuntut masing-masing 13 tahun, dan denda 1 Milyar atau subsider 6 bulan kurungan perjara.

Setelah Tuntutan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, Penasehat Hukum Para Terdakwa mengajukan  pembelaan (Pledoi)  yang akan disampaikan secara tertulis pada persidangan selanjutnya, kemudian  Majelis Hakim menunda persidangan dan akan digelar kembali pada kamis, 7 April 2016 dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) dari Kuasa Hukum Terdakwa.

“Harapan saya selaku kuasa hukum dari keluarga Almr Ayu Azhara, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bireuen yang memeriksa perkara ini nantinya memberikan putusan yang adil sesuai dengan perbuatan Para Terdakwa berdasarkan fakta-fakta yang telah terungkap di persidangan.”

Almr. Ayu Azhara diduga kuat dibakar oleh tentangganya Kamariah dan Muktar Ibrahim, yang merupakan pasangan suami isteri warga Pandrah Janeng. Hal ini diketahui dari pengakuan Ayu kepada keluarganya sesaat sebelum meninggal, dan pengakuan itu sempat direkam oleh abang kandungnya saat masih dalam kondisi sekarat di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.