Header Ads

Ketika Iblis dan Syetan Terlibat Ilegal Logging

acehbaru.com -Rupanya bukan cuma manusia yang melakukan perambahan hutan, tetapi Iblis dan syetan pun ikut didalamnya. Kalau manusia mungkin nampak kita lihat, tapi  Iblis dan syetan bagaimana mau kita lihat? Terkecuali kita memiliki ilmu syap..syap ya… huupss huppps bra…

Demikian komentar  Ismail alias Maee seorang warga Tamiang terkait penangkapan 13 rakit kayu ilegal di Sungai Tamiang, pada Sabtu 2 April 2016. Maee memang belakangan ini agak peduli dengan lingkungan.

Kecintaan pada lingkungan tumbuh setelah ia sering nonton tayangan program Nasional Geografic, hingga dia memberikan apresiasi pengamanan hutan yang dilakukan oleh pamhut dan polhut. Dan menurutnya itu bukan pekerjaan mudah. Lelah, letih karena harus berjalan menyusuri sungai dan hutan yang jauh, demi judul besar penyelamatan hutan.

Namun yang sangat menyedihkan terkadang dibalik kerja keras itu tiba-tiba,  Meuu angen.

Ha..ha,” Ketawa pria ini yang kadang menulis namanya dengan kata Mail.

Ia merincikan istilah Meu Angen,  dalam istilah lokal Aceh, kata Meu Angen punya arti banyak, Meu angen masuk angin, bisa juga Meu angen karena ketahuan sama pembalak ada polisi hutan yang datang atau dalam istilah lain bocor informasi. Dalam kontek jalanan  meu-angen juga bisa disebabkan karena  merampeot atau  sama dengan kerasukan, atau dikendalikan oleh Iblis dan Syetan di jalan atau dimana saja.

Bermain di Hutan sangat dekat dengan meu angen model kerasukan atau masuknya makluk bernama Iblis dan Syetan ke dalam tubuh. Mahdi seorang mahasiswa STIK Pante Kulu pernah bercerita banyak mahasiswa Sekolah Tinggi Kehutanan itu bila ada kegiatan di hutan selalu saja ada yang kerasukan iblis atau Syetan.

Pun begitu bila bermain dikawasan  sungai dan lembah juga rawan untuk meu-angen apalagi bagi orang yang memiliki jiwa lemah.

Begitu juga dalam kontek kisah kita ini, anggota Pamhut, Polhut dan pejabat dijajaran KPH hampir saban hari berurusan dengan Hutan, maka rawan kali..Meu Angeen, bisa karena kelelahan, dan tidak tertutup kemungkinan karena gangguan Iblis dan Syetan.

Kenapa begitu?

Pekerjaan yang mereka lakukan di hutan-hutan mengganggu kepentingan Iblis  dan Syetan, sehingga bukan hal mustahil bila gerombolan Iblis dan syetan duduk setikar berkompromi untuk menggoda orang –orang yang dianggap telah menjadi hambatan bagi aktivitas mereka.

Pamhut KPH wilayah III langsa, Sabtu 2 April 2016 lalu menangkap 13 ikatan kayu berkelas yang sedang dialirkan di Sungai Tamiang. Kayu kelas jenis merbau pastinya bukanlah kayu yang tumbuh dipinggir rumah warga seperti pohon jambu. Jenis kayu kelas tersebut hanya ada di rimba besar. Kayu temuan Pamhut tersebut diduga akan dialirkan ke tempat pengolahan kayu di kawasan Hilir.

Tentunya, perjalanan panjang di sungai yang seram bukan tidak mungkin diboncengi Iblis dan Syetan, atau bisa jadi sebagai pengawalnya.  Sehingga pekerjaan menjaga hutan yang dilakukan dinas kehutanan dan sejumlah LSM bukan sembarang barang, bila tak kuat, maka sangat rawan di goda oleh Iblis dan Syetan yang terkutuk.

[caption id="attachment_29552" align="alignnone" width="704"]Sejumlah anggota Pamhut dari (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah III Langsa melihat rakit yang berisikan kayu kelas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu 2 April 2016. Sejumlah anggota Pamhut dari (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah III Langsa melihat rakit yang berisikan kayu kelas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu 2 April 2016.[/caption]

Jadi ? Kembali ke Kayu 13 Ikat

Kayu tersebut hanya sedikit disitaoleh Polhut, hari sudah sore, biaya untuk sewa truk menjadi satu bagian alasan kayu tersebut tak terangkut semuanya. Sisanya mereka tinggalkan di pinggir sungai.

Kayu siapa itu? Maee penasaran.

Setelah ditangkap kabar tentang si empunya kayu itu  sempat terdengar dari pembicaraan mulut anggota Pamhut. Bahkan orang yang diduga sebagai pemilik kayu juga ada disana. Selain kabar tentang siapa pemiliknya, kabar tentang darimana  kayu ini …dan  dari lahan apa, serta  izin sudah sampai dimana juga sempat terungkap dalam obrolan tak resmi itu.

Namun salah satu staf BKPH tak membenarkan kabar ini, malah mereka  menyebutkan tak ada pemilik, lari dan tidak tertangkap. Jadi ?

“ Apa jadi-jadi Eee,’” Sergah Matsyah kawan akrab Maee dalam aktivitas panjat memanjat kelapa berserangga.

“Pu kateupu ikah Matsyah, kajak naik kelapa keudeh jak,” Jawab Maee mereka terganggu dengan sergahan Matsyah.

“ Itu sudah Ber-angen kepala kita dalam mencernanya,” Tambah Maee.

Tapi Maee tak tinggal diam, ia coba memerankan diri seperti tukang analisis handal. Dengan tanganya bergaya silat Betawi, Maee pun memulai analisisnya.

Bahwa kayu itu dalam keterangannya ditangkap, saat diperiksa tak bisa menunjukkan dokumen. “ Jika kita terjemahkan bahasa ini ada pemiliknya lho,"Kata Maee

Tapi ada keterangan kemudian, tidak ada pemilik, lari dan tidak tertangkap. “disini juga jelas ada orangnya, atau memang awalnya memang yang diperiksa ada wujudnya penampakan seperti manusia, mungkin kemudian ..si terperiksa itu langsung menggunakan keahliannya,…..

Bisa jadi, seperti dalam Film Power Ranger anak-anak. ”Beeeeeentang tangan, taruk jari di mulut, sssiiisst, syaaaappp (suara memanjang) …cok bacut…..Menghilang”, Begitu tanyanya kepada Matsyah yang asik menarik dalam rokok MDnya. “ Iya juga Ee, kah memang pande dibidang analisis-analisis,” Sela Matsyah.

“Apa kau Prak Matsyah,”Sergah Maee lagi dengan nada tinggi.

“Gini lho Eee,"Matsyah coba menjelaskan

Dengan menghilang seperti dalam Film Power Rangers yang diperiksa tadi otomatis pihak KPH wilayah III Langsa tidak tahu lagi mau menjerat siapa dalam kasus kayu ilegal itu. “Kenapa bisa begitu, kok bisa hilang pelaku?

“Lambat kau Eee,” Potong Matsyah, sambil menambahkan bisa jadi Eee pelaku itu secara wujud saja terlihat seperti manusia, sebenarnya mungkin itu Iblis atau Syetan.

Mungkinkah?

Kenapa tidak mungkin. Kayu-kayu itu kan dari rimba sehingga sangat memungkinkan di ikuti oleh Iblis dan Syetan, sehingga asumsinya kehilangan arah personil BKPH untuk mendeteksi siapa pemilik kayu jadi kabur, karena sudah dipengaruhi oleh mahluk halus Iblis dan Syetan.

“Atau memang itu bukan punya manusia, Matsyah?” Tanya Maee penasaran

Entah !

Pastinya, kondisi itu membuat penegakan hukum tindak pidana kehutanan terhadap pelaku ilegal logging terhambat, pasalnya orang yang diduga sebagai tersangka hilang seperti angin, kemudian pejabat di bagian BKPH juga mendadak lupa. Yang tersisa ingatannya hanya kata, “Tidak ada pemiliknya”.

Masih untung sekitar 5 ton kayu Merbau sudah diangkut sebagai barang bukti, pada Sabtu 2 April 2016 sore, kini masih terparkir dikantor KPH III Langsa,  Sementara sisanya yang ditinggalkan di pinggir sungai, infonya juga sudah menghilang.

Iblis dan syetankah yang melarikan kayu tersebut agar tidak diangkut lagi ke kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III langsa? Bisa iya, bisa tidak.

Ternyata penyelamatan hutan Aceh untuk keberlansungan kehidupan anak cucu kita nantinya, begitu ‘Unik’, karena bukan saja manusia penebang liar yang dihadapi, Iblis dan syetan juga harus dapat diantisipasi

Maka bisa dibayangkan tugas Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Aceh Pak Husaini Syamaun semakin berat, kalau dulu cuma menghadapi perambah atau pelaku ilegal logging adalah manusia biasa, tapi kini, kelompok Iblis dan Syetan sepertinya juga ikut jadi pelaku ilegal logging.

Nah, kondisi demikian kita hanya mampu memberi saran agar Pak Husaini harus cepat–cepat  mencari Jimat khusus untuk dibagikan kepada sejumlah pejabat Dishut Kabupaten, KPH, BKPH, Polhut, Pamhut di jajarannya agar tak tergoda dan dapat mengantisipasi rasukan Angen para Iblis dan Syetan yang terlibat perusakan hutan.

Harapannya tak hanya barang bukti kayu ilegal yang mampu disita, tapi juga Iblis dan Syetan yang terlibat perusak hutan juga harus dapat ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara, sehingga program penyelamatan hutan Aceh terwujud. "Azuh....,"Kata Maee mengurut dada (lia)

Keterangan :Kayu Iblis dan syetan, karena kayu tersebut belum ada dugaan tersangkanya, dan tidak ada pemilik/pelakunya.

[caption id="attachment_29553" align="alignnone" width="704"]5 Anggota Pamhut dan Polhut dari (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah III Langsa menaikkan kayu Merbau sedikit dari 13 rakit berisikan kayu ilegal yang tertangkap di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 2 April 2016. 5 Anggota Pamhut dan Polhut dari (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Wilayah III Langsa menaikkan kayu Merbau sedikit dari 13 rakit berisikan kayu ilegal yang tertangkap di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 2 April 2016.[/caption]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.