Header Ads

Dianggap Melanggar Syariah, Konser Bergek Dilarang

acehbaru.com | Lhokseumawe - Konser musik yang menampilkan artis lokal Aceh, Zuhdi alias Bergek, yang sejatinya digelar pada Minggu ini, 10 April 2016, dibatalkan sepihak oleh Wali Kota Lhokseumawe. Konser artis yang kini tengah naik daun di lapangan Dolog Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, itu dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Direktur CV Aceh Mediatama Indonesia Dedi Maulana selaku event organizer atau penyelenggara konser kecewa atas keputusan Wali Kota Lhokseumawe. Padahal, kata Dedi, pihaknya sudah jauh-jauh hari mengantongi sejumlah izin, dari izin menggelar kegiatan yang menimbulkan keramaian hingga rekomendasi majelis ulama. Namun, pada H-3 penyelenggaraan, keluarlah surat pelarangan tersebut.

”Kami tidak mengerti alasannya. Apalagi kami tidak pernah dilibatkan dalam keputusan ini. Yang pasti, setelah semua disiapkan, keputusan pembatalan itu keluar,” kata Dedi saat dihubungi.

Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya mengeluarkan surat larangan pergelaran konser Bergek dengan alasan menampung aspirasi para ulama dan tokoh masyarakat. Pada awal April lalu, rencana konser Bergek di Kabupaten Aceh Barat juga dilarang. Alasan pelarangan juga karena dianggap bertentangan dengan syariat Islam.

Dedi mengatakan, untuk desain konser penyanyi Aceh ini, pihaknya padahal telah menyiapkan sejumlah kebutuhan, seperti air bagi tempat penonton yang hendak berwudu dan melaksanakan salat. Panitia penyelenggara, kata Dedi, juga menyiapkan pagar pembatas bagi laki-laki dan perempuan saat menonton konser. Lagi pula, pergelaran dilakukan pada siang hari.

Konser ini, Dedi melanjutkan, diiringi grup Kasidah Islami. Selain itu, konser diselingi kampanye antinarkoba.

“Namun, apa daya, tetap saja konser dilarang,” ujar Dedi. Berbagai usaha untuk mendapat restu dari otoritas setempat, kata dia, telah dilakukan pihak penyelenggara, tapi tak membuahkan hasil. (sumber tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.