Header Ads

Sumur Minyak Tradisional, Ancaman dan Harapan

 

acehbaru.com - Gara-gara konsleting listrik sumur minyak ilegal warga Blang Geulanggang, Peusangan, Bireuen terbakar. Kamis 3 Maret 2016. Masih untung tak ada korban jiwa.

Di Aceh pengelolaan sumur minyak sisa pertamina dan Belanda mungkin dapat disebut pertama dilakukan oleh masyarakat di Rantau Pereulak Aceh Timur. Dan meski disebut ilegal, ini dan itu, sampai terjadi beberapa kali kebakaran tapi pekerjaan itu masih jadi harapan nyata bagi mereka. Buktinya mereka hingga saat ini masih terus menjalankan aktivitas itu.

[caption id="attachment_29121" align="alignleft" width="200"]Ekploitasi Minyak Mentah di sumur Tradisional Ekploitasi Minyak Mentah di sumur Tradisional[/caption]

Praktek Mengelola Sumber Daya Alam

Harapan tentang sebuah pekerjaan bagi penduduk Aceh memang harapan utama dikondisi kekinian, banyaknya termakan angin harapan membuat kondisi masyarakat semakin melemah, angin harapan membuat kepala berat, dan tak terjangkau oleh nalar bahkan resiko Meu-angen, dan sering juga ngigau siang pun tak terhindarkan

Solusi ini sempat ditemukan warga Rantau Panyang Peureulak.  Mereka memberanikan diri mengebor dan memamafaatkan sumur minyak tua. Kala itu semua sektor ekonomi hidup disana, mungkin juga jin dan syetan yang berada di rawa-rawa sana juga ikut menikmati bagaimana meriahnya uang minyak.

“ Ini harapan hidup kami, walau kadang terjadi musibah kebakaran, itu mungkin faktor musibah atau lengah,“Kata para warga yang bekerja di sumur minyak tradisional.

Pasca itu masyarakat memilih tidak peduli. Mereka dengan sebisa mungkin melaksanakan aktivitas seperti biasa. Soal aturan main jangan tanya, sumbangan untuk pembangunan Desa atau Community Community Development  untuk desa dalam bahasa canggihnya di atur mereka sendiri, mereka seakan sudah membentuk manajemen pengelolaan ala mereka.

Pengeboran minyak yang dulu kita tahu pekerjaan perusahaan besar dan berteknologi tinggi, tapi Warga Rantau Panjang mempraktekkan secara tradisional disana. Mereka bisa. Dan dapat menikmati hasilnya.

Kehadiran Negara  sudah pasti untuk kesejahteraan rakyat, maka sudah selayak para penambang minyak tradisional di Rantau Panjang Peureulak dan Alue Punoe Kecamatan Peusangan Bireuen dibimbing dan diberdayakan, tapi jangan justru dibinasakan.

“ Ini sangat membantu kami, dikala disejumlah tempat tidak tersedia tempat kami bekerja, kedai banyak laku sekarang,” Sambung warga Rantau Panyang yang lain.

Catatan Kebakaran sumur Minyak

Data acehbaru.com pada, Kamis 14 September 2013 sumur minyak tradisional warga Gampong Benteng Pertamina, Kecamatan Rantau Panjang, Aceh Timur, terbakar.

Sabtu,  7 Februari 2015 Sebuah sumur minyak mentah yang dikelola secara manual dan ilegal oleh masyarakat di Desa Buket Pala, Rantau Panjang Peureulak, Aceh Timur, Aceh, terbakar. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 00.00 WIB, Akibatnya, seorang warga tersambar api.

Dan berita terakhir, Kamis, 3 Maret 2016   sumur minyak mentah di Desa Alue Punoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen, terbakar sekitar pukul 21.00 WIB,  Kobaran api membumbung tinggi mencapai 50 meter lebih. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.