Header Ads

Soal Bendera, Berangin Lagi, Forsapa Puji Sikap Fraksi Partai Aceh

acehbaru.com | Banda Aceh - Forum Pengawasan Parlemen Aceh (Forsapa) berharap salah tiang bendera didepan DPRA yang dibangun sebagai tempat pengibaran bendera Aceh jangan cuma pajangan kosong. Rabu, 2 Maret 2016

Baca juga :

[caption id="attachment_21708" align="alignright" width="706"]Abdullah Saleh sematkan bendera ke leher Sekretaris DPA Hamid Zein | Screenshot Abdullah Saleh sematkan bendera ke leher Sekretaris DPA Hamid Zein | Screenshot[/caption]

"Semoga tiang di parlemen Aceh yang diperuntukkan untuk mengibarkan bendera Aceh tidak menjadi monumen". Harap Abrar Muhammad Yus S.Th.I Koordinator Forsapa.

[caption id="attachment_29058" align="alignleft" width="280"]Ketua Forsapa Abrar Muhammad Yus Ketua Forsapa Abrar Muhammad Yus[/caption]

Terkait hal ini Forsapa Aceh mengapresiasi sikap fraksi Partai Aceh yang tetap serius terhadap bendera Aceh. Pada Rapat Koordinasi Pimpinan & Anggota DPR Aceh pada hari Selasa, 01 Maret 2016 pukul 10.30 WIB yang diselenggarakan di Gedung Paripurna Parlemen Aceh

Forsapa Aceh mengharapkan sikap yang tegas dari pemerintah Aceh (eksekutif) untuk serius menuntaskan permasalahan bendera yang merupakan salah satu bagian dari turunan UUPA.

"Pemerintah Aceh yaitu pihak eksekutif untuk serius dan konsisten menuntaskan permasalahan bendera yang merupakan salah satu turunan UU Pemerintahan Aceh", tegas Abrar.

[caption id="attachment_29059" align="alignleft" width="183"]Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA Kautsar Muhammad Yus Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA Kautsar Muhammad Yus[/caption]

Sebagaimana diketahui melalui  Qanun/Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh telah disahkan DPRA, namun pasca itu hanya masyarakat kecil biasa yang berani mengibarkan walau kemudian harus menurunkan atau diturunkan oleh aparat keamanan karena Qanun tersebut dianggap belum sah berlaku. Karena belum mendapatkan persetujuan mendagri soal bendera yang dianggap sama persis dengan bendera GAM.

Sementara politisi di DPRA dan pemerintah hanya berani menyebutkan bendera sudah sah dikibarkan, tapi mereka tak pernah berani memulai untuk mengibarkan.   (ira)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.