Header Ads

RSUD Langsa Tiba-tiba Mutasi 10 Staf Medis, Ada Apa?

acehbaru.com | Langsa - Rumah sakit umum daerah Langsa melakukan mutasi sepuluh orang staf medis. Pemutasian secara tiba-tiba tersebut dianggap aneh dan penuh tanda tanya. Kamis, 3 Maret 2016

Mereka adalah para Kepala Ruangan, Kepala Poliklinik dan Kepala Instalasi dan mereka termasuk tim akreditasi keperawatan yang sudah mengabdi sedikitnya 23 tahun di RSUD Langsa.

10 orang staf medis tersebut adalah Yusmarida,AMK (Ka.IGD), Ns.Sri Idia Muharni,S.Kep (Ka.Ruang ICU), Said Badrun,AMK (Ka.IBS), Martini,AMK (Ka.Ruang I-B), Arlianti, S.Kep ( Ka.Ruang Kebidanan), Salamiah,S.Kep (Ka.RPBA), Abu Bakar, SKM (Ka.Poliklinik Bedah), Miftahul Jannah,S.Kep (Ka.Ruang KUB), Saleha,AMK (Ka.Poliklinik Umum), Ns.Rusydawati,S.Kep (Ka.Poliklinik Diagnostik).

Tanpa sebab dan tidak ada Surat Peringatan, pihak menejemen mencopot jabatan 10 staf medis yang memiliki keahlian khusus dibidangnya,lalu memindahkannya pada tempat yang tidak sesuai dengan  bidang keahliannya.Perbuatan tersebut sangat tidak profesional dan melanggar peraturan menejemen keperawatan.

Said Badrun,AMK seorang staf medis mengatakan mutasi jabatan di RSUD Langsa dilaksanakan tanpa prosedur yang seharusnya.

"Saya dan beberapa staf medis lain tiba-tiba dicopot jabatan menjadi perawat biasa dan dipindah pada tempat yang tidak sesuai bidang ilmu yang kami miliki," ucap Said Badrun.

Dahniar, dari LSM Cakradonia menyatakan berdasarkan pengamatannya pencopotan jabatan terhadap 10 orang staf medis ini diduga karena unsur sakit hati dari pihak menejemen keperawatan yang tidak mau dikritik.

"RSUD langsa tidak akan maju jika menejemen yang digunakan adalah menejemen sakit hati dan anti kritik, " ujar Dahniar.

Pihak menejemen keperawatan justru menempatakan orang yang secara disiplin ilmu tidak bisa menduduki jabatannya.

Seperti Kepala Keperawatan, dijabat oleh seorang Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) yang seharusnya diberikan kepada Sarjana Keperawatan (S.Kep). Bahkan kepala keperawatan tersebut sudah menjabat selama sekitar 10 tahun.

Banta Safari, warga Langsa mengungkapkan staf medis yang dicopot jabatannya adalah orang-orang yang berpotensi dan sudah banyak berjasa untuk kemajuan rumah sakit.

" Saya prihatin melihat kondisi rumah sakit langsa, habis uang untuk akreditasi tapi nilainya malah anjlok karena menejemen keparawatan yang tidak profesional dan melawan prosedur," ungkap Banta. (ivo).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.