Header Ads

Penantang Ahok Bertambah, Jurnalis Ini Maju Lewat Jalur Independen

acehbaru.com | Jakarta - Ditengah banyak pihak berambisi maju sebagai calon walikota Jakarta untuk menantang Ahok. Kini Hadir lagi pasangan berlatar belakang Jurnalis Ahmad Taufik dan Mujtahid Hashem atau ATeMas mendeklarasikan maju menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKI Jakarta pada pemilihan kepala daerah 2017.

"Saya seorang jurnalis dan dosen," kata Ate, sapaan akrab Ahmad Taufik, saat deklarasi di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Minggu, 13 Maret 2016. Mereka bakal berhadapan dengan para calon gubernur lain, termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan kembali mencalonkan diri.

Ahmad Taufik, 50 tahun, lahir di Jakarta dan besar di Jalan Kebon Pala, Tanah Abang. Sedangkan Mujtahid, kelahiran Boyolali, Jawa Tengah, 42 tahun lalu. Ia lulusan filsafat di Al-Musthafa International University, Iran. Juga alumnus teknik metalurgi Universitas Indonesia 1992.

ATeMas akan maju lewat jalur independen. Mujtahid mengatakan mereka memilih independen karena ingin didukung warga. "Kami siap dicalonkan dari warga," katanya. "Tapi kami bukan antipartai."

"Kembalikan Jakarta kepada Rakyat" serta "Jakarta Bangkit Melawan!!" adalah semboyan mereka. Menurut Mujtahid, seorang gubernur harus menjadi ayah dari rakyatnya yang diibaratkan anak.

"Jika gubernur merasa warganya seperti anak-anaknya, tidak mungkin ada yang digusur," kata Mujtahid seperti menyindir Ahok. Ia menilai Ahok lebih memilih mementingkan para konglomerat dan kapitalis.

"Hak-hak warga akan kami kembalikan," ujarnya. "Seperti memperjuangkan hak-hak tanah warga yang dirampas." Ia mengatakan Jakarta harus dibangun secara gotong-royong.

Acara deklarasi berjalan sederhana. Lapangan bulu tangkis dipasangi tenda. Ditambah sebuah panggung kecil. Warga yang berkumpul didominasi anak-anak dan anak muda. Sebagian ibu-ibu dan bapak-bapak.

"Saya senang jika banyak orang yang menyatakan maju sebagai calon," kata Muhammad Yamin, warga sekaligus Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi dan Advokasi Warga Petamburan. Menurut dia, Indonesia sedang krisis kepemimpinan. (sumber Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.