Header Ads

Mutasi di RSUD Langsa Berujung 'Polemik'

acehbaru.com - Setelah mutasi 10 pekerja medis di RSUD Langsa. Kini menimbulkan 'Polemik'. Mereka yang 'tergusur' mengadukan nasib ke Komisi C DPRK Langsa. Kenapa mereka tidak terima? ada masalah apa disana? Minggu, 6 Maret 2016


Pada,  Jumat 4 Maret 2016 sepuluh para medis Rumah Sakit Umum Daerah Langsa, menemui Komisi C DPRK Langsa. Mereka datang ke wakil rakyat tersebut karena mereka menduga proses mutasi yang dilajukan oleh managemen rumah sakit daerah tersebut mengandung unsur 'pembunuhan karakter'. Kondisi itu juga akan berdampak pada mutu pelayanan di rumah sakit umum Langsa. Baca juga : RSUD Langsa Tiba-tiba Mutasi 10 Staf Medis, Ada Apa?


Para medis tersebut diterima oleh ketua komisi C, Pangian Widodo dan seluruh anggota komisi juga dihadiri oleh ketua dan wakil ketua DPRK Langsa. Baca Juga : Uang Jasa BPJS Di ‘Gunting’, Dokter RSUD Langsa Protes


Bertempat di ruang komisi C, seorang perawat senior Arlianti,S.Kep mengungkapkan penempatan staf perawat kepala ruang rawat inap, poliklinik dan instalasi di lingkungan RSUD Langsa oleh pihak menejemen telah menimbulkan  keresahan dan ketidaknyamanan di kalangan para medis dalam bekerja.


Arlianti mengatakan keputusan " membangku panjangkan" sepuluh orang para medis yang sebelumnya adalah kepala ruangan di RSUD Langsa, merupakan tindakan yang keliru dan hal itu diduga sengaja dilakukan oleh pihak menejemen untuk membunuh karakter sepuluh orang para medis yang selama puluhan tahun telah bekerja dan mengabdi dengan kinerja yang baik di rumah sakit umum daerah Langsa. Baca juga : Ratusan Perawat RSUD Langsa 3 Bulan Tidak Menerima Uang Jasa Medis BPJS


"Keputusan pihak menejemen rumah sakit umum langsa "membangku panjangkan" sepuluh orang para medis adalah pembunuhan karakter terhadap mereka dan hal ini sangat keliru," ucap Arlianti. Sementara menempatkan para perawat junior mengartikannya.


Arlianti mengungkapkan sikap pihak menejemen tersebut akan berimbas pada jatuhnya nilai akreditasi RSUD langsa dalam rangka mengejar nilai tipe B Plus yang akan berpengaruh pada nilai kerja sama dengan pihak BPJS karena RSUD Langsa dinilai tidak profesional dalam menejemen pelayanan dan penempatan tenaga para medis. Baca juga : Buang Kucing, Ambulance RSUD Langsa Terjun Ke Jurang


Arlianti menjelaskan sepuluh orang para medis tersebut  memiliki disiplin ilmu dibidangnya dan merupakan perawat senior dengan kinerja yang baik dalam bekerja serta mendapat apresiasi dari walikota langsa. Baca juga : RSUD Langsa Rawat 140 Pengungsi Rohingya, Dr. Akbar : Stok Obat Menipis


Salamiah,S.Kep yang juga perawat senior dan pernah ditempatkan sebagai kepala ruangan RPBA mengungkapkan pihak menejemen banyak menempatkan anak-anak tamatan kebidanan di ruang kecelakaan dan IGD yang seharusnya lebih tepat ditempatkan di ruang kebidanan. " anak-anak bidan ditugaskan merawat pasien kecelakaan seharusnya mereka di ruang bersalin," Ungkap Salamiah.


Ketua Komisi C DPRK Langsa, Pangian Widodo, mengaku terkejut dengan apa yang dilaporkan oleh para medis. Setelah mendengarkan dan menampung semua aspirasi mereka, Komisi C berjanji akan segera memanggil pihak menejemen RSUD Langsa, termasuk direkturnya pada senin 7 Maret mendatang.


Komisi C akan meminta keterangan pihak menejemen RSUD Langsa. Karena hal ini berpengaruh pada nilai baik dan buruknya pelayanan terhadap masyarakat yang menggunakan jasa medis di rumah sakit umum daerah Langsa.


" Kami akan memanggil pihak RSUD Langsa pada senin mendatang termasuk direkturnya, untuk diminta keterangan terkait kebijakan tersebut," ucap Ketua Komisi C,  Pangian Widodo.

Kata Pangian Widodo, ujung tombak pelayanan di rumah sakit adalah para medis. Karenanya penempatan para medis tersebut harus profesional sesuai ketentuan  yang berlaku.(lia/ivo)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.