Header Ads

Lolos dari Pintu Penjara, Mantan Ketua KPK, Terima Kasih Presiden dan Jaksa Agung

acehbaru.com –Mantan ketua KPK Abraham Samad terbebas dari pemenjaraan setelah keputusan pengesampingan kasus di umumkan Jaksa Agung. Terima Kasih Presiden dan Jaksa Agung. Minggu, 6 Maret 2016

Suasana politik Indonesia pasca dua pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjajanto dijerat kasus pemalsuan dokumen tahun 2007  saat Abraham Samad menjadi pengacara dan tudingan BW mengarahkan saksi saat menangani kasus singketa pilkada 2010 silam yang dikejar penanganan oleh mabes Polri tidak berakhir di penjara.

Diungkap kasus pimpinan KPK yang sejatinya sudah bersih dari persoalan setelah dihadapkan dengan Koimisi III DPR saat fit and properties. Pun demikian pasca ketua KPK Abraham Samad dan BW menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka yang saat itu dipilih presiden akan menempati jabatan Kapolri.

Entah dorongan dari mana, ada saja orang yang datang melaporkan kasus keduanya. Jelang setahun kasus itu berjalan dan sudah sampai ditangan Jaksa, kasus yang membuat sejumlah elemen sipil dan pegiat anti korupsi, masyarakat  khawatir  bahwa ini satu peristiwa terburuk urung terjadi, setelah jaksa Agung melihat lain bin lain dari kasus ini.

Kejaksaan Agung RI, mengeluarkan surat ketetapan mengesampingkan pekara demi kepentingan umum nomor: TAP. 012/A/JA/03/2016 pada Jumat, 4 Maret 2016.

"Pertama-tama, atas nama pribadi dan sebagai mantan ketua KPK, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden RI Pak Joko Widodo dan Pak Jaksa Agung yang telah memberikan apresiasi dan dengan bantuan selama ini," kata Abraham Samad di saat keluar Gedung Jampidum Kejaksaan Agung RI, Kebayoran Baru sebagaimana dikutip dari laman Viva.co.Id pada Jum'at, 4 Maret 2016

Abraham juga menyatakan, dengan adanya surat deponering (pengesampingan perkara) oleh Jaksa Agung terhadap kasus yang menjeratnya tersebut, bisa mengakhiri polemik yang berkepanjangan antara dirinya dengan Polri.

"Saya pikir, dengan dikeluarkannya deponering (pengesampingan perkara) ini mengahikri polemik yang bekepanjangan selama ini. Itu saja," ucap Abraham Samad. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.