Header Ads

Ini Dia Pria Kelahiran Medan Yang Jadi Wakil Ahok

acehbaru.com | Jakarta - Ada 67 ribu pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun hanya sosok Heru Budi Hartono yang bisa membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpincut. Pria kelahiran Medan, 13 Desember 1965, itu resmi dipinang Ahok sebagai calon wakil gubernur, yang akan mendampinginya dalam Pemilihan Kepala Daerah 2016. Keduanya akan maju lewat jalur independen.

Karier Heru sebagai PNS terbilang moncer. Ia mengawali pengabdian 26 tahun lalu sebagai staf bagian penyusunan program Kota Jakarta Utara. Peraih gelar Master Universitas Krisna Dwipayana itu juga sempat dipromosikan sebagai Kepala Subbagian Sarana dan Prasarana Kota Jakarta Utara dan Kepala Bagian Umum Jakarta Utara. Namun capaian itu tak lekas membuatnya puas, bahkan berpikir berhenti.

Fase galau itu terjadi pada 2010, ketika ia menjabat Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Jakarta Utara. Nyaris saban hari ia dihadapkan dengan tugas berat.

Penertiban permukiman kumuh di pinggiran Kali Angke dan Kali Adem adalah beberapa hal yang dipikirkannya. Tawaran bekerja di perusahaan swasta dengan gaji Rp 45 juta sempat membuatnya berpikir mengajukan pensiun dini.

Karier Heru mulai melejit pada 2012. Gubernur DKI Jakarta, yang saat itu dijabat Joko Widodo, mempromosikannya sebagai Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri. Heru banyak mengurusi keperluan Jokowi blusukan.

Ia kembali dipromosikan menjadi Wali Kota Jakarta Utara. Tak sampai setahun, saat kursi gubernur beralih ke Ahok, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Posisi itu terbilang vital karena ia bertanggung jawab memandu penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta, yang tahun ini jumlahnya mencapai Rp 66,3 triliun. Aset pemerintah provinsi DKI Jakarta lebih dari 400 triliun juga berada di bawah kendalinya. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut, total kekayaannya mencapai Rp 7,3 miliar dan US$ 18.670.

Saat ditemui pada Selasa, 8 Maret 2016, Heru menyatakan siap menerima pinangan Ahok. Meski demikian, ia mengaku tak pernah bergerilya mencari dukungan agar bisa menemani Ahok, apalagi membantu pendanaan Teman Ahok.

Ia ikhlas bila kelak Ahok memutuskan maju dari jalur partai dan mengalihkan pilihannya kepada kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yang kini menemaninya memimpin Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. “Yang penting saya sudah kliping koran buat anak cucu. Saya ikhlas,” katanya. (sumber tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.