Header Ads

Eksekusi Pelebaran Jalan Singkil Ricuh, Warga Hentikan Alat Berat

acehbaru.com | Singkil - Pengerjaan pelebaran jalan di lahan yang masih sengketa Desa Gunung Lagan Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil berlangsung ricuh, puluhan warga mengepung alat berat yang sedang bekerja, dan memaki-maki anggota Satpol PP, Rabu 30 Maret 2016

Alat berat (beko) yang dikerahkan untuk melakukan eksekusi lahan yang masih sengketa itu sempat dikuasai puluhan warga yang menolak tanahnya dikorek beko yang sedang bekerja dihentikan paksa oleh warga yang di dominasi oleh ibu-ibu bahkan sebagian ibu-ibu membawa anak-anak yang masih belia, mereka menaiki beko dan duduk di atas rantai roda alat berat tersebut,

Sementara itu Satpol PP yang berusaha membujuk ibu-ibu itu untuk menjauhi beko mendapat perlawanan masyarakat, jangan sentuh ibu-ibu kami bukan muhrim jika kalian sentuh kami tidak akan takut untuk berbuat anarkis, kata para pemuda yang di dukung puluhan warga

Sehari sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama masyarakat di gedung dewan setempat, dalam rapat itu DPRK masyarakat serta pemerintah mengeluarkan rekomendasi salah satu isinya agar pemerintah menunda sementara pekerjaan sampai keputusan pengadilan, namun Pemerintah yang berhadir tidak mau menanda tangani hasil rekomendasi tersebut, mereka tetap akan melanjutka pekerjaan proyek pelebaran jalan itu.

DPRK tetap berpihak kepada rakyat, rakyat harus dikedepankan jika Pemerintah terbukti mengangkangi hak rakyat maka kami akan ajukan hak interpelasi hak angket dan hak menyatakan pendapat, sebut Prida Siska, Anggota DPRK kepada wartawan di lokasi.

Sementara itu Mujni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait dilanjutkannya eksekusi bahu jalan yang di klaim masyarakat masih tanah mereka menyebutkan, pihaknya sudah terikat kontrak perjanjian, yang sudah disahkan APBN dengan rekanan yang akan berakhir April, dan pekerjaan tetap akan dilanjutkan.

“Kita masih menunggu hasil mediasi dari pengadilan, dan pengadilan tidak ada meminta untuk menghentikan pekerjaan, maka pekerjaan ini kita lanjutkan, pemerintah tetap mengacu kepada kontrak dan mengejar waktu target sampai waktu batas kontrak April,” pungkas Mujni

Namun disisi lain warga tetap pada pendiriannya. “Kita tetap mengedepankan hukum, tanah yang di serobot Pemerintah ini masih dalam sengketa, jika pihak pemerintah memaksa untuk tetap bekerja, dengan bismillah ini harga mati tetap mempertahankan hak kami,’’ Pungkas Juli Murdin Saragih perwakilan warga

Hingga berlangsung setengah hari, perdebatan yang dilakukan antara Pemerintah dan DPRK dapat mendingin kan situasi, dan pemerintah menarik personel Satpol PP kembali dan meninggalkan lokasi.(wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.