Header Ads

Dua Kecamatan Terendam Banjir, Puluhan KK Mengungsi

acehbaru.com | Singkil-  Tujuh Desa di dua Kecamatan terendam banjir hingga mencapai 2 centi meter, sedikitnya 20 KK di Desa Lae Riman terpaksa mengungsi ketempat kerabat yang tidak terkena banjir.

Dari pantauan acehbaru.com,  Selasa, 22 Maret 2016  air mulai perlahan naik sekira pukul.13.30, disepanjang 100 meter ruas jalan Nasional Desa Silatong Kecamatan Simpang Kanan dan menggenangi tujuh desa, diantaranya Lae Riman, Silatong, Ujung Limus, Tanjung Mas, Cibubukan, Serasah, ke enam desa ini erletak di Kec, Simpang Kanan sedangkan Desa Lae Balno terletak di Kec, Danau Paris.

Air naik dengan cepatnya, hanya sekitar 20 menit sepeda motor bebek sudah tidak bisa melintas. Ketinggian air berpariasi di jalan raya mencapai 70 cm, sedangkan di beberapa titik di desa lae riman ketinggian air mencapai 2 meter hingga nyaris menggenangi bagian atap rumah warga.

Anggota Koramil 04 bersama pihak Kecamatan dan warga setempat sudah berada dilokasi. Arus kendaraan pun sempat macet akibat mobil dan sepeda motor yang mogok karena nekat melintas.

Arus yang deras tidak mengurungkan niat pejalan kaki untuk menerobos banjir, banyak ibu-ibu yang menggendong bayinya nekat berjibaku melintasi banjir sepanjang satu kilo meter, cut inong warga Aceh Selatan mengaku nekat membawa banyinya menyebrang karena ia hendak pulang ke aceh selatan bersama dengan suaminya, tadinya suami saya nekat menaki motor, di tengah jalan motornya mati, terpaksa di dorong," Sebut Inong

Hingga berita ini dikirimkan data yang berhasil dihimpun Acehbaru.com melalui Camat Simpang Kanan, Ahmad menyebutkan, mencapai 1.358 jiwa korban banjir di Empat Desa. Meliputi Desa Lae Riman 100 jiwa atau 33 kepala keluarga, Ujung Limus 278 jiwa 63 KK, Tanjung Mas 390 jiwa 79 KK dan Desa Cibubukan 590 jiwa atau 133 KK.

Ahmad mengatakan, ini merupakan banjir terparah yang terjadi dilokasi tersebut. Banjir disebabkan tingginya curah hujan tiga hari terakhir ditambah air kiriman dari wilayah pegunungan termasuk Phak-Phak Barat Sumut.

Serta dampak meluapnya Sungai Lae Cinendang dan Sungai Lae Balno hingga memasuki kawasan pemukiman yang terletak sepanjang bantaran sunga,tujuh desa disekitarnya, terang Ahmad.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Djaruddin kepada acehbaru.com mengatakan, pihaknya sementara akan menyiagakan tenda darurat di lokasi banjir. Sehingga jika ada pengungsian bisa dimanfaatkan mereka.

"Sementara kita masih asessmant untuk pendataan, sesuai permintaan Camat untuk memasang tenda,"Pungkasnya.

Saat ini warga memerlukan logistic berupa makanan dan selimut di tenda pengungsian, akibat bencana banjir ini ratusan hektar tanaman padi dan ribuan ternak milik warga juga ikut tenggelam. (Wan)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.