Header Ads

Di Jepang, Gubernur Aceh Ajak Dunia Internasional Perkuat Solidaritas

acehbaru.com - GUBERNUR Aceh, dr H Zaini Abdullah mengajak masyarakat internasional untuk terus meningkatkan solidaritas dan kepedulian dalam membantu proses recovery negara yang dilanda bencana alam. Selain itu, diperlukan pula riset dan peningkatan kemampuan dalam hal penanggulangan bencana. 

Harapan ini disampaikan Zaini Abdullah, dalam sambutan acara puncak peringatan 5 tahun bencana Tsunami Jepang, yang digelar di Gedung Multifuction Kesennuma, Miyagi, Jepang, Jum’at 11 Maret 2016 


 “Mari perkuat solidaritas. Kita juga tidak boleh menjadi paranoid, kita tidak boleh menyerah. Yang harus kita lakukan adalah belajar dari pengalaman ini agar kita mampu melakukan langkah terbaik untuk penanggulangan bencana,” kata Gubernur Zaini.


Diawal sambutannya, Gubernur Zaini Abdullah atas nama Pemerintahan Aceh turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Jepang dan warga dunia, yang telah mendukung keberhasilan proses recovery pasca Tsunami Aceh. “Tanpa dukungan itu, Aceh tidak mungkin bisa bangkit.


Kami juga turut menyampaikan bela sungkawa atas tsunami yang melanda kawasan timur laut Jepang lima tahun lalu.  Semoga peristiwa ini membuat kita semakin peduli dengan masalah-masalah  kebencanaan yang terjadi di semua belahan dunia,” kata Gubernur, dihadapan Perdana Menteri Jepang, Kaisar Jepang, Walikota dan Parlemen Kesennuma, Gubernur Miyagi, para Duta Besar negera-negara sahabat dan para pejabat Pemerintah Jepang.


Puncak peringatan 5 tahun Tsunami Jepang diawali dengan menyanyikan lagu Omaiyari dan Hana Wa (bunga bermekaran). Lagu ini merupakan bentuk ekpresi dari semangat pantang menyarah warga Jepang.


Dalam peringatan hari ini (Jumat, 11/3) seluruh warga di Negeri Sakura itu sempat menghentikan aktivitasnya dan mengheningkan cipta serentak pada pukul 14.26 waktu setempat. Waktu tersebut dipilih karena bersamaan dengan waktu saat gempa melanda. Hal yang sama juga dilakukan di Tokyo. Perdana Menteri Shinzo Abe dan Kaisar Akihito turut meletakkan rangkaian bunga berwarna kuning putih dan menundukkan kepala sejenak. Sedangkan bendera setengah tiang dikibarkan di sejumlah gedung Pemerintahan setempat.


Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah juga berbagi pengalaman terkait bencana tsunami Aceh 2004 lalu. “Sosialisasi tentang kebencanaan harus terus disampaikan kepada masyarakat agar setiap orang memiliki kesadaran yang baik dalam menghadapi bencana,” sebut Zaini Abdullah.


“Di Aceh, komunitas-komunitas sadar bencana terus kami kembangkan di semua wilayah. Komunitas ini sangat penting untuk mendorong masyarakat senantiasa waspada dan peduli dengan sesama,” imbuh dokter lulusan USU Medan itu.


Riset-riset terkait pengetahuan kebencanaan, jelas Gubernur Zaini, juga sangat dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi dan wawasan. Tentunya dengan kerjasama internasional dan melibatkan para ahli.


“Kami tahu Jepang memiliki banyak ahli bidang kebencanaan ini. kami sangat bersyukur sebab Pemerintah Jepang sampai saat ini tetap aktif membantu kami dalam mengembangkan riset –riset terkait gempa bumi dan tsunami. Kami berharap kerjasama ini dapat kita tingkatkan agar perlindungan masyarakat dapat kita berikan secara maksimal,” pungkas Doto Zaini.


Peringatan 5 tahun Tsunami Jepang yang dilaksanakan setiap tahun oleh Forum Pemerintahan Jepang-Indonesia ini merupakan kebersamaan kedua negara khususnya Aceh dengan Jepang, untuk mempererat dan kerjasama kemanusiaan dalam menangani musibah gempa dan gelombang Tsunami. (rilis) 



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.