Header Ads

Bupati Batang: yang Mau Jadi Bupati, Wali Kota, Gubernur 'Kursus' Dulu 6 Bulan

acehbaru | Jakarta - Indonesia telah menerapkan pemilihan kepala daerah secara serentak sejak tahun 2015. Wajah-wajah baru pun bermunculan yang tak sedikit di antaranya tak berlatar belakang politik.

Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo kemudian menyarankan agar ada kursus bagi wajah-wajah baru itu sebelum melenggang ke kontestasi politik. Menurut dia ada yang salah dengan sistem kaderisasi kepemimpinan di Indonesia.

"Menurut saya ada yang salah. Mau jadi bupati, wali kota, gubernur sekali pun kadang-kadang ilmu tata pemerintahan itu nol!" ungkap Yoyok dalam diskusi dengan TII dan FITRA di Kafe Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (6/3/2016).

Yoyok yang berlatar belakang militer lalu cerita tentang pendidikan untuk memimpin 3 peleton saja butuh waktu 3 tahun. Tetapi anehnya untuk memimpin ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang malah tak ada pendidikan atau pelatihan sama sekali.

"Ini ndak, untuk jadi bupati enggak ada tesnya. Coba se-Indonesia ini ada enggak tes? Setahu saya cuma tes psikologi dan tes kesehatan, dan adakah yang tidak lulus? Kalau saya waktu itu tesnya ngawur saja dan lulus. Lha wong psikotes itu makanan saya sehari-hari," ujar Yoyok.

Dia juga menyampaikan bagaimana dirinya di awal-awal menjabat kesulitan mengelola pemerintahan. Belum lagi soal anggaran yang selalu menjadi sorotan publik.

Pria 43 tahun itu kemudian tak segan-segan berguru pada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam membentuk sistem pengelolaan anggaran. Setelah itu dia aplikasikan dan berhasil mewujudkan sistem pemerintahan di Kabupaten Batang yang transparan.

"Saya sarankan yang mau jadi bupati, wali kota, gubernur itu 'kursus' dulu 6 bulan. Itu minimal," ungkap dia yang berkaus bertuliskan 'The More You Know, The Less You Need'.
(Fiq | detik.com)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.