Header Ads

Banjir depan Istana diduga akibat disabotase pembungkus kabel

acehbaru.com | Jakarta - Bila benar 9 bak truk pembungkus kabel sengaja diletakkan di gorong-gorong jalan Merdeka Selatan dengan tujuan agar banjir depan istana negara, salah-salah bakal menjadi perhatian dunia internasional, khususnya tentang dari mana ide licik sipelaku?

Bila ketahuan siapa yang melakukannya dan siapa yang memerintahkan mungkin bakal menjadi buruan peneliti internasional guna menguji kelicikan, bisa jadi setelah selesai penelitian dibeberapa negara, nanti bakal ada kesimpulan bahwa yang menempatkan 9 truk pembungkus kabel di gorong-gorong jalan depan Istana adalah yang memiliki pikiran licik se dunia.

Diberitakan liputan6.com, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap penyebab banjir di jalan depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat karena sumbatan 9 truk pembungkus kabel.

"Bukan tidak mungkin di titik wilayah lain ada, kami terus lakukan penyisiran mencari kemungkinan itu," kata Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendarwan saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 1 Maret 2016.

Temuan mengejutkan diungkap Dinas Tata Air. Sebanyak 9 bak truk pembungkus kabel optik ditemukan di gorong-gorong Jalan Merdeka Selatan.

Teguh tidak menampik penyumbatan air oleh tumpukan pembungkus kabel itu menjadi biang keladi banjir di jalan depan Istana Merdeka. "Ya itu sebabnya," kata Teguh.

Pekan ini, pihak Dinas Tata Air bergerilya mencari penyebab sumbatan air di beberapa titik di Medan Merdeka Utara.

Hasil koordinasi dengan pihak kepolisian, kata Teguh, belum ada pihak-pihak yang melaporkan kehilangan tumpukan kulit kabel tersebut.

"Logikanya kalau ada yang kehilangan dia akan lapor. Tapi nyatanya tidak ada," kata Teguh.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahaja Purnama mengaku kesal dengan temuan kulit kabel yang menyumbat drainase. Menurut dia, temuan serupa juga pernha ditemukan di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

"Gila nih. Siapa yang masukin kulit kabel listrik gitu banyak dalam got? Sama kayak kasus Fatmawati," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat, 26 Februari 2016. (lia)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.