Header Ads

Siswa MIN Gandapura Trauma Pasca Kontak Tembak

acehbaru.com | Bireuen - Pasca kontak tembak antara pihak kepolisian dengan penculik sekretaris Unit layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh, Kamal Bahri (49) di jalan negara Banda Aceh - Medan Pasar Blang Keude  Gandapura Kabupaten Bireuen pada, Senin 1 Februari 2016 lalu tidak hanya menewaskan dua tersangka Ismuharuddin dan Barmawi saja, namun membuat trauma bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Gandapura.

Muhammad Zhafran (8) salah satu siswa kelas dua MIN Gandapura sempat mengalami trauma setelah kejadian hari itu  ,hal ini diungkapkan kedua orang tuanya ketika di jamu makan  bersama wartawan acehbaru.com di Rumah Makan Sawu Minang Bireuen, Selasa 2 Februari 2016

Nur Asiah Juned (35) ibundanya Zhafran menjelaskan ,pada hari kejadian dia seperti biasa dari Puskesmas Gandapura menjemput anaknya diMIN karena pada jam 12.15 siswa kelas dua keluar pulang, ternyata selepas kontak tembak anaknya sudah duluan pulang dengan tetangganya dan dia terus  menyusul menuju rumah yang berada tidak jauh dari belakang madrasah itu untuk melihat anaknya.

Sampai dirumah dia melihat Zhafran merasa ketakutan dan anaknya bergegas masuk kerumah terus menyuruh dia untuk menutup pintu. " bunda tolong pintunya di kunci," suruh Zhafran kepada bundanya

Disamping itu Zhafran yang kesehariannya mengisi kegiatan sorenya dengan bersepeda dama temannya serta mengaji, namun pada sore itu hal itu tidak dilakukannya.
Bahkan dia tidak berani tinggal sendiri di rumah. " jika ayahnya pergi dia minta ikut," Jelas Nurasiah

Bukan hanya itu , pada malamnya Zhafran sekira jam 22.00 Wib sempat bangun dari tidurnya dan menangis.  " sebelumnya dia tidak pernah menangis saat tidur ,mungkin karena kejadian hari itu," ujar ayahandanya M.Nasir Adam

Sebenarnya Zhafran tergolong anak  pemberani, tapi karena tidak pernah mendengar suara tembakan  yang begitu dekat dan gurupun sempat menyuruh mereka tiarap  pada saat kejadian, makanya dia trauma". Tambah Pak Nasir

Walau sempat didera trauma ,namun ke esokan hari pasca kejadian Zhafran kembali aktif bersekolah.

M.Nasir ayahanda Zhafran berharap kedepan pihak kepolisian agar selektif memilih lokasi penyergapan terhadap tersangka penculikan dan kasus lainnya agar jauh dari lembaga pendidikan dan tempat umum lain.(sal)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.