Header Ads

Rencana Pembangunan PT. Tripa Semen Aceh Desa Kaloy Ditentang Warga

acehbaru.com | Aceh Tamiang -  Forum Pemuda Penyelamat Tamiang (FT2T)  menentang rencana pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melanjutkan pembangunan pabrik semen di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, kabupaten Aceh Tamiang. Masyarakkat menduga selain ada yang tidak beres dalam pengurusan izin, juga dikhawatirkan lingkungan Tamiang akan rusak. Jumat, 12 Februari 2016

Rabu, 10 Februari 2015 hampir seratus massa  melakukan demo di depan kantor Bupati Aceh Tamiang dalam demo tersebut mereka mengungkit soal ada dugaan gratifikasi dalam rencana pembangunan pabrik semen di Desa Kaloy, karena pengurusan izin itu dianggap begitu 'khususan' karena prosesnya begitu cepat begitu juga dengan persyaratan lainnya.

" Kami menduga ada gratifikasi dalam proses pengurusan izin rencana pembangunan pabrik semen dan dugaan adanya korupsi," Ujar  Suhaji.

Selain menyampaikan kepada bupati, mereka juga menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan  tersebut kepada DPRK Aceh Tamiang

Ir.Rusman Ketua DPRK Kabupaten Aceh Tamiang, Tamiang mengatakan DPRK menerima aspirasi para pemuda tersebut dan menegaskan apabila memang benar pembangunan pabrik semen itu akan merusak lingkungan maka Pemda harus membatalkannya.

Hal ini penting untuk benar- benar dikaji dan prosesnya harus mematuhi aturan yang berlaku. Masuknya investasi ke Aceh Tamiang memang perlu dan penyelamatan lingkungan juga penting.

"Harapan kita adalah investasi bisa berjalan dan lingkungan juga tidak rusak, " ungkap Ir.Rusman.  Ir.Rusman juga memberikan apresiasi terhadap para pemuda Aceh Tamiang yang bersikap kritis untuk menjaga lingkungan agar tidak rusak.

Para pemuda mengatakan akan meminta KPK turun ke Aceh Tamiang untuk mengusut kasus dugaan korupsi dalam proses pemberian izin rencana pembagunan pabrik semen di Aceh Tamiang.

Sebelumnya Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)Aceh rencana pembangunan PT. Tripa Semen Aceh Kampung Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang dalam Kawasan Ekosistem Lauser (KEL).

Selain itu juga sebagai kawasan rawan banjir, juga daerah rawan geologi berdasarkan RTRW Aceh Tamiang 2012-2032 disebutkan  kawasan Tamiang Hulu yang rawan banjir seluas 1.438 hektar, sebanyak 220.840, 89 ha berupa daerah rawan geologi berupa pergeseran tanah sebanyak untuk seluruh Aceh Tamiang, termasuk di dalamnya Tamiang Hulu. (Irv/ivo)

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.